Tags : nasehat

Jangan Mudah Mencela dan Memberi Label Kafir

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Apa yang dipahami dari hadits shahih berikut ini: سِبَابُ المُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ Artinya: “Mencela muslim itu kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.” Secara zhahir, hadits ini bisa saja dijadikan sebagai dasar untuk mengkafirkan muslim yang berperang sesama mereka. Tapi zhahir ini tidak diambil para ulama. Kenapa? Karena ada ayat yang berbunyi: وَإِنْ طَائِفَتَانِ […]Read More

Mengajarkan Doa

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Kali ini saya kedatangan kakak saya yang sudah lama saya anggap sebagai pengganti Abah saya. Beliau mengajarkan saya banyak ilmu sejak di Pondok Ploso. Saya ajak beliau ke area perluasan pondok. Saya meniru anjuran dalam hadis ketika ada orang Saleh diminta doanya, seperti dalam hadis keutamaan seorang Tabiin bernama Uwais al-Qarni: «ﺇﻥ ﺭﺟﻼ […]Read More

Siapapun yang Menyampaikannya Terima Kebenaran dengan Lapang Dada

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, KH. Muhammad Idror Maimoen Zubair (Gus Idror) mengatakan salah satu ciri orang yang tawadhu’ adalah ia bisa menerima kebenaran secara lapang dada. Tak peduli siapun yang menyampaikannya, jika itu sebuah kebenaran, maka harus diterima dengan keluasan dan kerendahan hati. Mengutip seorang ulama, imam, dan mujahid dari […]Read More

Tidak Semua Sakit Hati Ada Balasannya

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Sakit hati ada dua jenis yakni ada yang ada balasannya dan ada yang gratisan. Yang dimaksud ada balasannya adalah penyebab sakit hati tersebut akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Yang gratisan berarti sakit hatinya tidak berharga sehingga yang menjadi penyebab sakit hatinya tidak akan mendapat balasan apa pun. Sakit hati yang […]Read More

Mengakui Kesalahan Butuh Keberanian

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Baru-baru ini diadakan sebuah musabaqah syair bertema Amir Syu’ara` (Pangeran Para Penyair) di negara Emirat Arab. Seorang penyair muda dari Libia bernama Abdussalam Buhajar ikut dalam ajang lomba itu. Setelah menyampaikan syairnya, salah seorang juri mempertanyakan i’rab dari bait syairnya yang terakhir: وَيُعْجِبُنِي فىِ الذِّكْرَيَاتِ سَخَاءُهَا Artinya: “Kenapa ia membaca hamzah dengan dhammah […]Read More

Ning Imaz: Hisab Istri dan Suami Nanti Itu Sendiri-Sendiri

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Hisab atau perhitungan amal di akhirat kelak untuk pasangan suami-istri akan diberlakukan secara masing-masing person. Misal, jika istri baik sementara suami berperilaku buruk, maka kebaikan sepenuhnya milik si istri. Hal itu diungkapkan oleh ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra (Ning Imaz). Meski demikian, ia tak menampik bahwasanya di dalam Islam terdapat konsep lelaki baik […]Read More

Gus Baha: Tidak Ada Kata Terlambat Berbakti Kepada Orang Tua

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama ahli tafsir, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih akrab dikenal Gus Baha mengatakan tidak ada kata terlambat bahkan kematian sekalipun untuk tidak berbakti kepada orang tua, meskipun orang tua sudah meninggal. “Misalnya dulu Anda sama orang tuanya tidak baik, setelah meninggal menjadi baik. Ini masih bisa berubah status Anda yang dulu […]Read More

Menilik Nasehat Seorang Ayah yang Bijaksana dalam Surah Luqman

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Luqman adalah seorang tokoh terkenal yang hidup pada zaman Nabi Daud ‘alaihissalam. Dia adalah seorang hakim atau orang yang bijak dan menurut beberapa catatan sejarah adalah utusan Tuhan. Nasehat-nasehat bijaknya termaktub dalam Al-Qur’an yakni pada Surah Luqman, yang merujuk pada beberapa nasihatnya kepada putranya. Surah Luqman merupakan surah ke-31 dalam Al-Qur’an. Surah […]Read More