Abdul Wadud Kasful Humam

Dosen di STAI Al-Anwar Sarang-Rembang

Mengenal Imam al-Jassash dan Tafsir Ideologis

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Setelah berakhirnya periode salaf (abad ke-3 H), muncullah berbagai mazhab di kalangan umat Islam. Mereka berusaha meyakinkan umat dalam rangka mendistribuskan paham dan doktrin mereka. Untuk mensuskseskan misi itu, mereka menafsiri ayat-ayat Alqur’an atau hadis-hadis nabi untuk melegitimasi paham yang mereka anut. Di antara mazhab yang ikut meramaikan kontestasi tafsir Alqur’an di pada […]Read More

Mengenal Dihyah Al-Kalabi, Penyebab Turunnya Q.S. Al-Jumu’ah Ayat 11

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Nama lengkapnya adalah Dihyah bin Khalifah bin Farwah bin Fadhalah bin Zaid bin Imru’ul Qais bin Al-Khazraj. Namun orang-orang memanggilnya dengan nama Dihyah Al-Kalabi, yang artinya “komandan militer” (ra’is al-jund) dari marga Al-Kalabi, salah satu marga di Yaman. Nama Dihyah al-Kalbi tidak sepopuler sahabat-sahabat lain. Karena itulah, data-data mengenai dirinya tidak banyak ditemukan. […]Read More

Menelisik Makna Kata Imra’ah dan Zauj dalam Al-Qur’an

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Dalam Al-Qur’an, kata istri ditulis dalam dua istilah, yaitu إمرأت (imra’ah) dan زوج (zauj). Meski dalam konteks tertentu, kata زوج (zauj) juga bisa bermakna pasangan (suami-istri). Untuk membedakan istilah istri dan perempuan, Al-Qur’an menggunakan pembeda ta’ marbutah dan ta’ mabsuthah. Jika menggunakan ta’ marbuthah, maka yang dimaksud adalah perempuan. Sedangkan jika menggunakan […]Read More

Childfree atau Banyak Anak Banyak Rejeki? Kajian atas Surah Al-An’am

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Memiliki keturunan adalah fitrah manusia, sekaligus anugerah terindah dari Allah yang selalu dinanti-nanti setiap pasangan suami istri. Dalam sebuah pernikahan, anak merupakan pelengkap kebahagiaan dan perekat keharmonisan. Bahkan banyak yang harus bersabar selama bertahun-tahun demi menanti lahirnya sang buah hati. Ada juga yang harus rela menerima takdir Allah tidak memiliki keturunan hingga […]Read More

Bolehkah Berbuka dengan Es Buah, Kolak atau Susu Sebagai Pengganti

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Di antara adab berpuasa adalah menyegerakan berbuka. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk menghidupkan sunnah Nabi Muhammad saw. Sekaligus bertujuan menyegarkan badan setelah satu hari penuh berpuasa. Imam al-Muhallib berkata:  أَنْ لاَ يُزَادَ فِي النَّهَارِ مِنَ اللَّيْلِ، وَلِأَنَّهُ أَوْفَقُ بِالصَّائِمِ وَأَقْوَى لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ انتهى Artinya: “Agar orang yang berpuasa tidak menahan lapar lebih […]Read More

Do’a Berbuka Puasa yang Benar Dibaca Setelah Berbuka, Bukan Sebelum

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Puasa bukan merupakan syari’at anyar. Sejak Nabi Adam hingga nabi Isa, puasa menjadi bagian integral dari rentetan ibadah rutin mereka. Namun berbeda dengan ibadah puasa Ramadhan. Musthafa Bugha dkk. dalam Al-Fiqh al-Manhaji menegaskan bahwa puasa Ramadhan merupakan khususiyah (kekhususan) umat Nabi Muhammad Saw. Artinya, ibadah puasa tidak pernah dikenal dalam syari’at para nabi […]Read More

Peta Sejarah Lahirnya Ilmu Ushul dan Kaidah Tafsir Alqur’an

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Keberadaan ilmu ushul dan kaidah tafsir Alqur’an menjadi sangat penting karena ibarat bangunan, ia adalah pondasinya dan alat-alat bangunannya. Ushul dan kaidah tafsir sangat penting sebagai alat untuk memahami Alqur’an. Siapa saja yang ingin memahami (baca:menafsirkan) Alqur’an, tidak sah jika ia tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang kedua ilmu tersebut. Pengertian Ushul dan […]Read More

Bagaimana Hukum Mengeraskan Suara Saat Berdzikir Sebagaimana Tradisi Warga NU?

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Dzikir atau berdzikir adalah penyebutan, penyucian dan pengagungan terhadap Allah Swt., baik diucapkan dengan lisan atau dengan hati atau dengan lisan sekaligus menghadirkannya ke dalam hati. Dzikir tidak hanya dilakukan setelah salat lima waktu, tetapi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Berdzikir adalah ibadah. Apalagi dilakukan dengan khusyu’ sambil memahami dan menyelami […]Read More

Sejarah dan Asal Usul Hukuman Potong Tangan bagi Pencuri

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Salah satu bentuk kriminilitas yang marak terjadi di zaman Jahiliah adalah pencurian. Motifnya bermacam-macam. Ada yang hanya sekedar hobi, profesi dan ada juga  yang melakukannya demi menjaga keberlangsungan hidup mereka (to survive). Kejahatan yang satu ini di zaman Nabi Musa, Nabi Yusuf, Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub hukumannya diperbudak minimal satu tahun. Ada […]Read More

Hukum Menuliskan Nama dan Tanggal Lahir Mayat di Patok Kuburan

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Di Indonesia, sudah menjadi pemandangan yang lumrah, jika ada orang yang meninggal dunia, di patok kuburan atau batu nisannya ditulis nama si mayit plus nama orang tuanya (Fulan bin Fulan/Fulanah binti Fulan). Baik kuburan orang biasa atau orang salih (baca: kyai). Bahkan ada beberapa yang melengkapinya dengan tanggal lahir dan tanggal wafat. […]Read More