Tawadhu’ Ulama Hadis

 Tawadhu’ Ulama Hadis

Kiai-kiai NU (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Suatu ketika Abu Hazim membacakan sebuah hadis di majlis Harun ar-Rasyid. Hadir dalam majelis itu Imam az-Zuhri ; ulama, guru dari para pakar hadis ternama.

Mendengar hadis yang dibacakan Abu Hazim itu, Imam az-Zuhri berkomentar: “Saya tidak kenal hadis ini.”

Abu Hazim berkata, “Apakah engkau hafal seluruh hadis?”.

Az-Zuhri menjawab, “Tidak.”

“Atau mungkin setengahnya?” tanya Abu Hazim kembali.

“Saya berharap demikian,” jawab az-Zuhri.

Lalu Abu Hazim berkata, “Kalau begitu jadikan hadis tadi masuk dalam setengah yang tidak engkau ketahui.”

☆☆☆

Imam al-‘Iraqi ketika men-takhrij kitab Ihya’ Ulumiddin, untuk hadis-hadis yang tidak diketahuinya, ia hanya berkomentar :

لم أجد له أصلا

“Saya belum menemukan sumbernya.”

Padahal referensi kitab hadis yang ia gunakan dalam men-takhrij sangat banyak, yang boleh jadi sebagiannya tidak sampai ke tangan kita hari ini.

Begitulah tawadhu’ para ulama, dan inilah yang pertama kali harus kita pelajari dari mereka…

اللهم أعذنا من الكبر والعجب وزينا بالحلم والتواضع ، آمين

Yendri Junaidi

Pengajar STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang. Pernah belajar di Al Azhar University, Cairo.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 + thirteen =