Vaksin Covid, Majelis Ulama Singapura Singgung 3 Aspek Penting

 Vaksin Covid, Majelis Ulama Singapura Singgung 3 Aspek Penting

Timbun Obat-obatan dan Oksigen Haram (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam upaya keluar dari wabah virus corona, keberadaan vaksin Covid-19 sangat dinantikan publik. Dalam hal ini, The Islamic Religious Council of Singapore atau Majelis Ulama Singapura menyinggung 3 aspek penting terkait pemberian vaksin.

Menurut Majelis Ulama Singapura terkait vaksin covid harus mengacu pada pandangan religius. Dimana sikap yang ambil terkait penggunaan vaksin penting menggunakan pendekatan holistik.

Meski demikian kesemuanya harus tetap mempertimbangkan tiga aspek penting. Aspek pertama adalah akan kebutuhan kritis. Majelis Ulama Singapura berpandangan bahwa peran vaksin terhadap pandemi dianggap sebagai kebutuhan yang darurat dalam upaya menyelamatkan nyawa.

“Karena itu, vaksin jadi sarana penting untuk menegakkan prinsip kesucian hidup manusia dan menghindari bahaya, karena melindungi masyarakat dari efek bahaya virus corona,” ungkap Majelis Ulama Singapura dalam keterangannya dikutip dari Kompas, Selasa (15/12/2020).

Aspek yang kedua lanjut dia, vaksin covid dipastikan tidak memiliki efek samping yang membahayakan. Majelis Ulama Singapura mengatakan vaksin covid harus tidak memiliki efek medis yang merugikan dan telah ditetapkan secara ilmiah serta tidak akan membahayakan pengguna vaksin.

“Hal itu menjadi pertimbangan penting sejalan dengan prinsip menghindari kerugian dalam yurisprudensi Islam,” jelasnya.

Aspek yang ketiga adalah mempertimbangkan kehalalan. Majelis Ulama Singapura berpandangan bahwa pihaknya juga mempertimbangkan mengenai bahan yang diperbolehkan digunakan dalam vaksin.

Ia menyebutka bahwa ada situasi yang mengizinkan penggunaan zat yang tidak murni atau terlarang untuk pengobatan, sebagaimana dibuktikan dalam beberapa hadits Nabi.

“Selain itu, zat tidak murni atau barang terlarang yang digunakan dalam proses hulu akan mengalami banyak lapisan proses kimia seperti penyaringan yang akan membuatnya tidak terdeteksi atau dapat diabaikan dalam produk akhir,” jelasnya.

Pada prinsipnya Majelis Ulama Singapura menilai yurisprudensi Islam sangat mementingkan kesucian dan keamanan hidup manusia, juga melindungi mata pencaharian.
Sehingga, upaya untuk melindungi kehidupan manusia dari segala bentuk bahaya, seperti pengembangan vaksin virus corona sangat dianjurkan dalam Islam.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 + 15 =