Syi’ah Zaidiyyah dan Alirannya, Sekte yang Mirip Sunni

 Syi’ah Zaidiyyah dan Alirannya, Sekte yang Mirip Sunni

Syiah Zaidiyyah Mirip Sunni (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Syi’ah Zaidiyyah merupakan sekte Syi’ah terbesar ketiga setelah Syi’ah Isna ‘Asyariyah dan Isma’iliyyah, yang punya andil dalam mengisi khazanah keilmuan Islam. Bahkan sekte Syi’ah ini disebut-sebut memiliki ajaran-ajaran yang hampir sama dengan ajaran Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Sunni) dalam beberapa hal, baik dalam persoalan teologi maupun fikih.

Nama Zaidiyyah dinisbatkan kepada Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib. Menurut Abu al-Hasan al-Asy’ari dalam Maqalat al-Islamiyyin, Syi’ah Zaidiyyah awalnya merupakan sempalan dari Syi’ah Imamiyyah kemudian bermetamorfose menjadi sekte yang mandiri dan banyak memiliki pengikut. Termasuk melahirkan tokoh-tokoh kenamaan dengan intellectuall concern yang berbeda-beda.

Seiring perkembangannya, Syi’ah Zaidiyyah mengalami perpecahan yang bermula ketika Imam Zaid dimintai komentar oleh pengikut-pengikutnya mengenai Abu Bakar dan Umar. Maka Imam Zaid pun memberikan komentar positif mengenai dua sahabat tersebut sehingga di antara mereka ada yang setuju ada juga yang kecewa, kemudian memisahkan diri.

Kelompok yang reaktif terhadap komentar positif Imam Zaid dinamakan Zaidiyyah, sedangkan yang kecewa dan memisahkan diri dinamakan Rafidah. Peristiwa itu terjadi pada akhir pemerintahan Hisyam bin Abd al-Malik pada 121 H, khalifah kesepuluh Dinasti Umayyah.

Pasca meninggalnya Zaid, Syi’ah Zaidiyyah pecah menjadi tiga aliran, yaitu Jarudiyyah, Sulaimaniyyah dan Batriyyah.

Syi’ah Jarudiyyah

Sekte ini adalah pengikut Abu al-Jarud Ziyad bin Abi Ziyad. Konsepsi mereka tentang imamah kontras dengan Imam Zaid.

Menurut aliran ini, sebelum meninggal, Nabi telah menetapkan Ali bin Abi Thalib sebagai pengganti beliau, namun Nabi tidak secara eksplisit menyebut namanya. Nabi hanya menyebutkan sinyalemennya sehingga orang yang tidak mau bai’at kepada Ali dianggap kafir.

Syi’ah Sulaimaniyyah

Sulaimaniyyah adalah pengikut Sulaiman bin Jarir. Mereka mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar yang dipilih oleh masyarakat Islam melalui ijtihad, meskipun ijtihad tersebut salah, dan karena kesalahan itu mereka tidak sampai kafir dan fasiq. Hanya saja mereka menganggap Usman kafir karena telah merusak citra imamah.

Usman telah memasukkan kerabat dan familinya sebagai pejabat dalam pemerintahannya. Aisyah, Zubair dan Talhah juga dianggap kafir karena mereka yang memulai perang melawan Ali.

Syi’ah Batriyah atau Shalihiyyah

Batriyah atau Shalihiyyah adalah pengikut Hasan bin Shalih bin Hayy. Mereka meyakini bahwa Ali adalah orang yang paling mulia setelah Nabi Muhammad dan paling berhak menerima jabatan imamah. Namun mereka tetap mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, karena Ali telah merelakan jabatan tersebut untuk diserahkan kepada mereka.

Mereka tidak mengkafirkan Usman, tidak menerima konsep reinkarnasi (raj’at al-amwat ila al-dunya), juga tidak menganggap keimamahan Ali kecuali setelah dibai’at. Demikian keterangan dalam Ittijahat al-Tafsir fi al-Qarni al-Rabi’ ‘Asyr al-Hijri karya Fahd bin ‘Abdurrahman bin Sulaiman al-Rumi.

Abdul Wadud Kasful Humam

Dosen di STAI Al-Anwar Sarang-Rembang

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *