Soal Menegur Orang, Gus Baha Sebut Manusia Itu Pecundang

 Soal Menegur Orang, Gus Baha Sebut Manusia Itu Pecundang

Soal Menegur Orang, Gus Baha Sebut Manusia Itu Pecundang (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama kharismatik, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan bahwa kebanyakan orang itu sejatinya pecundang. Cara berpikirnya selalu kamuflase.

Ia menjelaskan misalnya dalam kasus seseorang menegur orang yang melakukan kesalahan, mereka kebanyakan tidak pernah bisa fair (adil).

Di mana mereka memarahi bukan murni karena perbuatannya, melainkan karena faktor lain. Sekalipun marahnya tersebut dipicu karena faktor kesalahan tersebut.

“Ketika ada orang salah, kalian marah, itu sebenernya (marah) karena salahnya, apa (atau) karena hal yang lain? Normalnya orang berpikir itu karena salahnya,” kata Gus Baha dalam ceramahnya yang diunggah akun TikTok @kitabersama212 dikutip Kamis (23/2/2023).

Gus Baha mencontohkan, misal ada kasus sama-sama mecahin gelas, satunya yang mecahin pembantu jelek dan satunya cantik, maka perlakuan saat memarahi akan berbeda.

Pun begitu pula dalam kasus orang yang berbuat kesalahan karena tidak tepat waktu atau tidak menepati janji. Misal yang tidak menepati janji adalah orang yang berada di bawah kita, maka marahnya akan meluap-luap. Sebaliknya jika yang telat adalah atasan, maka perlakuan berbeda.

“Kamu janjian sama orang, orangnya gak menepati janji. Mesti kalian maki-maki, “katanya jam 10, kok ndak datang”. Tapi kalau yang terlambat itu orang yang memberikan hutang ke kamu? Apakah kamu bisa ngamuk ke orang itu? Atau misal yang terlambat itu adalah komandannya, atasan kamu atau kyainya,” jelasnya.

Cara demikian ini menurut Gus Baha keliru dan tidak bisa dibenarkan. Sebab di balik marahnya orang tersebut hingga memaki, karena ada faktor lain, bukan murni pada keselahan yang diperbuatnya.

“Itu keliru cara mafsadnya. Pasti kamu marah itu karena ada hal lain. Artinya gini, ketika kamu marah atas nama terlambat itu sebenarnya karena terlambat atau karena hal lain? Nah itu pecundang kita. Itu cara pikir kamuflase, kita ini pecundang, gak fair,” ujarnya.

Oleh karena itu, agar bisa fair dalam bersikap terhadap kesalahan, seseorang harus mampu bersikap bijak dalam menegur. Di mana ada adab atau tata krama dalam menegur. Dan Islam mengajarkan agar menegur harus dengan cara baik kepada siapapun. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *