Penjajah Mengancam Akan Menghancurkan Dua Sekolah Palestina

 Penjajah Mengancam Akan Menghancurkan Dua Sekolah Palestina

Jurnalis Al Jazeera Tewas, Bukti Video Tunjukkan Kejahatan Israel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Pemerintah rezim Israel mengancam akan menghancurkan dua sekolah Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Para penjajah telah mengirim pemberitahuan ke sekolah-sekolah di lingkungan Jub al-Dib di Betlehem. Mereka mengklaim bahwa pembangunan itu ilegal, Anadolu Agency melaporkan.

Hassan Breijieh, direktur sebuah asosiasi yang menentang pemukiman di Betlehem, mengatakan lembaga pemukiman “Raqafim” telah mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran. Laporan itu juga mengutip sebuah video yang menunjukkan pemukim Israel bersenjata menempatkan pemberitahuan pembongkaran di halaman salah satu dari dua sekolah.

Sejak beberapa tahun laluKementerian pendidikan Palestina membuka sejumlah sekolah di daerah itu. Fasilitas ini untuk melayani anak-anak yang siap menghadapi ancaman rezim Israel.

Tepi Barat yang diduduki dibagi menjadi tiga wilayah – A, B, dan C – sebagai bagian dari Kesepakatan Oslo. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel pada 1993 dan 1995.

Perjanjian tersebut mengarah pada pembentukan pemerintah sementara Palestina – Otoritas Palestina (PA). Otoritas yang diberikan kekuasaan pemerintahan terbatas di Area A dan B.

Mereka juga dimaksudkan untuk memulai pembicaraan damai di masa depan yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Dengan solusi dua negara sebagai tujuan negosiasi yang diinginkan.

Akan tetapi hasil dari Kesepakatan Oslo malah membuat Israel memegang kendali penuh atas ekonomi Palestina. Serta masalah sipil dan keamanannya di lebih dari 60 persen Tepi Barat, yang ditetapkan sebagai Area C.

Israel mempertahankan kontrol militer atas seluruh wilayah. Meskipun memberikan kontrol sementara kepada pemerintah atas masalah administrasi dan keamanan internal di beberapa bagian Tepi Barat.

Upaya untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif selama bertahun-tahun telah terbukti sia-sia. Ia meninggalkan Palestina dengan otoritas pemerintahan sendiri sementara yang tidak mampu mencegah ekspansi Israel.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 + 15 =