Rakus! Israel Akan Cengkeram Pemukiman di Dataran Tinggi Golan

 Rakus! Israel Akan Cengkeram Pemukiman di Dataran Tinggi Golan

Israel Ingin Jalin Hubungan Diplomatik dengan Indonesia (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan akan menggandakan jumlah pemukiman di Dataran Tinggi Golan. Kawasan ini diduduki dengan rencana memasukkan uang jutaan dolar. Untuk mengkonsolidasikan cengkeraman Israel di wilayah yang direbutnya 50 tahun silam dari Suriah.

Bennett mengatakan investasi baru di kawasan itu didorong oleh pemerintahan Trump, atas pengakuan kedaulatan Israel pada 2019. Selain itu, indikasi pemerintahan Biden juga tidak menentang keputusan itu.

“Ini momen kita. Ini adalah momen Dataran Tinggi Golan,” kata Bennett dalam rapat khusus Kabinet di Dataran Tinggi Golan, Minggu.

“Setelah bertahun-tahun yang panjang dan statis dalam hal cakupan pemukiman. Tujuan kami hari ini adalah menggandakan pemukiman di Dataran Tinggi Golan,” tambahnya.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya pada 1981. Sebagian besar komunitas internasional menganggap langkah itu ilegal menurut hukum internasional.

Sekitar 25.000 pemukim Israel tinggal di Dataran Tinggi Golan. Bersama dengan sekitar 23.000 Druze, yang tetap tinggal di tanah itu setelah direbut oleh Israel.

AS adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

Bennett mengatakan perang di Suriah membuat gagasan kontrol Israel atas wilayah itu lebih dapat diterima oleh sekutu internasionalnya. Ia menambahkan bahwa alternatifnya akan jauh lebih buruk.

Israel telah lama berargumen bahwa wilayah yang penting secara strategis. Untuk semua tujuan praktis, telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam Israel sejak direbut dari Suriah. Bahwa kontrol dataran tinggi strategis diperlukan sebagai perlindungan dari Iran dan sekutunya di Suriah.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *