Pengakuan Muslim Sri Lanka yang Dipukuli Tentara Saat Beli Obat

 Pengakuan Muslim Sri Lanka yang Dipukuli Tentara Saat Beli Obat

Masyarakat Kanada Berjaga-jaga Peringati Peristiwa Berdarah Keluarga Muslim (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Setelah sebelumnya heboh beredar foto viral seorang tentara memukuli muslim di Sri Lanka, korban pun angkat suara memberikan pengakuan terhadap kasus tersebut. Korban penganiyaan oleh tentara tersebut bernama Mohammed Ismail Marzook.

Ia adalah seorang muslim yang merupakan warga Eravur, Sri Lanka. Setelah viral fotonya di media sosial, Ismail memberikan penjelasan tentang kejadian tersebut.

Dalam keterangannya, kejadian itu terjadi saat dirinya hendak pergi membeli obat diabetes di apotek untuk dirinya sendiri. Peristiwa itu terjadi tepat pada Sabtu, 19 Juni 2021.

Selain membeli obat deabetes, Ismail mengaku juga hendak membeli sedikit beras untuk kebutuhan makan yang sedang menipis. Tiba-tiba, ia diberhentikan oleh militer.

Saat itu militer yang berjaga memukulinya karena ia dianggap telah melanggar kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah. Meski dirinya telah menjelaskan tujuannya keluar, namun oknum militer tersebut tetap memukulinya.

“Saya baru saja pergi dengan sepeda untuk membeli obat diabetes saya di apotek lokal kami, dan sedikit beras di dekatnya. Saya bahkan menunjukkan kotak kosong berisi pil saya, tetapi tentara memaksa saya untuk berlutut di sana bersama dengan beberapa orang lain, dengan tangan terangkat,” ungkap Ismail kepada The Hindu dilansir Selasa (22/6/2021).

Tidak Melanggar Aturan Pemerintah Sri Lanka

Ismail menjelaskan bahwa ia tidak ada niatan melanggar peraturan lockdown pemerintah. Sebab ia merasa bahwa untuk keluar rumah membeli obat-obatan memang tidak melanggar aturan.

“Saya menjelaskan kepada mereka dalam bahasa Sinhala bahwa saya seorang pasien, dan bahwa saya keluar hanya untuk membeli obat-obatan, yang diperbolehkan. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, dan terus memukuli saya, seperti mereka memukuli ternak,” sambungnya.

Kasus penganiayaan terhadap Ismail oleh tentara Sri Lanka ini terungkap setelah foto pemukulan itu viral di media sosial. Sementara itu Militer Sri Lanka menyelidiki foto viral tersebut.

Di mana foto itu menampilkan deretan pria berlutut di depan tentara karena dilaporkan melanggar penguncian (lockdown) di negara itu. Foto tersebut telah memicu kecaman karena perlakuan tidak pantas militer terhadap warga di wilayah mayoritas Muslim Eravur, di mana foto tersebut diambil.

Dalam pernyataan pada Ahad (20/6/2021) angkatan darat Sri Lanka mengatakan segera “mencopot para personel” dari tugas mereka setelah dugaan perilaku yang tidak pantas di Eravur, sebuah kota mayoritas Muslim di Distrik Batticaloa timur.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *