Pekerjaan Rasulullah Selama Tinggal Bersama Abu Thalib

 Pekerjaan Rasulullah Selama Tinggal Bersama Abu Thalib

Pekerjaan Rasulullah (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Rasulullah Saw selama tinggal bersama pamannya, Abu Thalib, tidak hanya bergantung pada pamannya. Beliau bahkan memiliki dua pekerjaan yakni sebagai pengembala kambing dan pedagang.

Dikutip dari Republika.co.id, Rasulullah Saw bersabda:

ما بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إلَّا رَعَى الغَنَمَ، فقالَ أصْحابُهُ: وأَنْتَ؟ فقالَ: نَعَمْ، كُنْتُ أرْعاها علَى قَرارِيطَ لأهْلِ مَكَّةَ

” ‘Ya, saya pun menggembala kambing itu, yaitu di Qararith. Kambing itu kepunyaan penduduk Makkah.’ Qararith itu ada yang mengatakan bahwa ia adalah nama tempat penggembalaan di Makkah, tetapi ada yang mengatakan bahwa itu adalah nama bagian dari uang dinar atau dirham, yakni bahwa beliau shalallahu alaihi wasalam menggembala itu dengan menerima upah qararith.” (HR Bukhari).

Rasulullah menjadi pengembala kambing sebelum diutus sebagai Nabi, hal ini sebagai cara melatih Rasulullah muda dalam memikul tanggung jawab. Sebab untuk menjadi penggembala kambing, Rasulullah Saw harus memiliki kesabaran yang besar.

Menjadi penggembala kambing, berarti harus membawanya ke padang rumput setiap hari. Setelah dibiarkan mencari makan, mereka semua harus dikumpulkan kembali, lalu digiring menuju tempat yang lain.

Betapa besar kesabaran yang harus dimiliki, sebab kambing juga lebih sulit untuk dikendalikan. Sulit untuk diikat, tidak seperti unta dan sapi. Itulah mengapa beliau memilih kambing, dan tidak ada ternak lain yang dapat dipelihara Nabi.

Meski hanya menjadi penggembala, Rasulullah Saw mampu menghasilkan uang dari keringatnya sendiri. Hasilnya pun sangat mulia, hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah dikutip dari Republika:

ما أكَلَ أحَدٌ طَعامًا قَطُّ، خَيْرًا مِن أنْ يَأْكُلَ مِن عَمَلِ يَدِهِ، وإنَّ نَبِيَّ اللَّهِ داوُدَ عليه السَّلامُ، كانَ يَأْكُلُ مِن عَمَلِ يَدِهِ

“Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud Alaihissallam memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR Bukhari).

Berpenghasilan dari Berdagang

Di sisi lain, Nabi juga bergelut dalam dunia perdagangan. Beliau berdagang dengan pamannya Abu Thalib, dan juga untuk Khadijah radhiyallahu anha. Beliau mulai berdagang dari kecil, sebelum diutus menjadi nabi dan rasul.  Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu” (QS An nisa ayat 29).

Pada awalnya, Nabi ikut berdagang bersama dengan pamannya, Abu Thalib ke Syam. Tatkala kafilah dagang sampai di Bushra, Syam bagian selatan, mereka dijamu pendeta atau rahib Buhaira. Buhaira melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Rasulullah semasa kecil tersebut.

Abu Thalib bertanya: “Dari mana engkau tahu? Buhaira menjawab: “Sungguh, ketika kalian mulai mendekati Aqabah, semua batu dan pepohonan bersujud (merunduk) padahal batu dan pohon tidak akan bersujud, kecuali di situ ada seorang nabi. Aku mengenali dia dari cincin nubuwat di bawah tulang rawan bahunya. Bentuknya menyerupai buah apel. Kami mengetahui tanda seperti itu dari kitab suci kami.”

Buhaira menjamu seluruh kafilah layaknya tamu. Dia minta Abu Thalib untuk segera membawanya kembali ke Makkah. Jangan diteruskan pergi ke Syam membawa Muhammad. Buhaira khawatir kalau orang-orang Romawi dan Yahudi mengetahuinya, mereka akan membunuhnya. Maka Muhammad dibawa kembali ke Makkah, sesuai anjuran pendeta tersebut.

Di samping itu, Kesuksesan bisnis Rasulullah pun semakin cemerleng ketika beliau bertemu Khadijah. Sebelum mempersunting Khadijah, Rasulullah Saw merupakan rekan bisnis Khadijah.

 

 

Sumber: Republika/mawdoo3

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen − 5 =