Gus Baha: Manusia Kerapkali Abai Dengan Ketetapan Allah SWT

 Gus Baha: Manusia Kerapkali Abai Dengan Ketetapan Allah SWT

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama kharismatik pakar turats klasik, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dikenal Gus Baha menjelaskan dalam kehidupan ini terkadang manusia kerap membuat keputusan-keputusan berupa jadwal yang permanen.

Padahal lanjut dia, semua yang ada di dunia adalah kehendak Allah SWT. Seseorang tidak tau hari esok akan ada apa. Namun manusia kadang kerap lalai memikirkan itu.

Makanya kalau dalam Kitab Hikam, menurut Gus Baha hal demikian itu disebut, al’aqil man ya’kul maa dzaa yaf’alu ghofi, wal ghofil man ya’kul maa dzaa af’al.

Yang artinya, orang yang punya akal, menyadari betul bahwa kepastian tentang hari esok itu adalah murni wilayah Allah. Di mana semua milik Tuhan. Orang yang demikian ini tiap hari selalu berpikir besok Allah SWT akan melakukan apa terhadap dunia ini.

“Kamu merencanakan sesuatu mau plesir ternyata gempa, mau wisata ke Rusia ternyata perang. Kamu ndak pernah tahu apa yang akan terjadi besok,” kata Gus Baha dalam video yang diunggah akun Instagram @ngaji.nu, dikutip Jumat (5/5/2023).

Namun dalam kenyataannya, manusia kerap lupa akan ketentuan Allah SWT. Sebaliknya manusia selalu membuat jadwal-jadwal permanen, yang seoalah-olah itu sudah pasti akan terjadi.

“Makanya kalau saya diundang siapa saja, “udah itu biar diatur takdir”. “Yang jelas Gus, ini acara penting”. Sekalipun itu merupakan acara penting, kalau Pengeran (Allah) tidak ngersakno (menghendaki) bisa apa? Apa kalian mau jadi Pengeran yo? Kamu mau jadi Tuhan?” kelakar Gus Baha.

Menurut Gus Baha, segala yang ada di depan nanti, tidak ada yang pasti. Manusia bisa berencana, namun sejatinya Tuhan yang berkehendak.

“Lho kamu itu yang ngajarin tauhid, sesuatu itu biyadillah kok bilang pasti,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *