Cara Membantah dengan Halus

 Cara Membantah dengan Halus

Syekh Said Ramadhan Al-Buthi: Intelektual Muslim Sang Penggema Suara Moderat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Syekh Mustafa Shabri Afandi merupakan Syaikhul Islam terakhir dalam Khilafah Turki Utsmani. Wakilnya adalah Syekh Muhammad Zahid Kautsari.

Kedua alim besar ini berbeda pandangan dalam beberapa masalah, khususnya tentang qadha dan qadar.

Tapi, sebagaimana halnya perbedaan yang terjadi antara para ulama senior, perbedaan pandangan itu tidak merusak hubungan antara keduanya.

Yang menarik, ketika Syekh Mustafa Sabri membantah pendapat Syekh Kautsari, ia sempat-sempatnya memuji Syekh Kautsari yang sedang dibantahnya dengan mengatakan:

وكتاباه التأنيب والنكت الطريفة مما تفاخر بهما معاهدُ الفاتح الأزهرَ

Artinya:

“Dua kitab yang ditulisnya (Syekh Kautsari) yaitu Ta`nib al-Khatib dan an-Nukat ath-Tharifah diantara kitab yang dibanggakan oleh Ma’had al-Fatih di hadapan al-Azhar.”

Menurut Syekh Mustafa, dua kitab yang ditulis Syekh Kautsari ini, dimana ia salah seorang alumni Ma’had al-Fatih Turki menjadi kebanggaan bagi Ma’had al-Fatih, bahkan al-Azhar pun belum tentu dapat menghasilkan kitab yang sekelas itu.

Dalam masalah qadar, Syekh Mustafa tampak cenderung pada paham Jabiriyyah.

Ini tampak dalam kitabnya yang berjudul: موقف البشر تحت سلطان القدر yang artinya “Sikap Manusia di Bawah Kuasa Qadar.”

Syekh Kautsari tidak sependapat dengan Syekh Mustafa Sabri.

Namun untuk menjaga maqam Syekh Mustafa sebagai Syaikhul Islam.

Apalagi Syekh Mustafa memang lebih tua dari Syekh Kautsari, maka bantahan terhadap Syekh Mustafa disampaikan oleh Syekh Kautsari dalam bentuk yang sangat halus.

Beliau menerbitkan kitab-kitab turats yang sebagian isinya adalah bantahan terhadap akidah jabriyyah, seperti kitab Aqidah Nizhamiyyah karya Imam al-Haramain, kitab Al-Lum’ah karya Ibrahim al-Halabi dan lain-lain.

Kitab-kitab itu beliau beri komentar (ta’liq) yang sangat padat dan berbobot.

Syekh Mustafa menyadari bahwa kitab-kitab itu diterbitkan Syekh Kautsari, di antaranya adalah untuk membantah dirinya.

Akhirnya Syekh Mustafa menulis kitabnya yang sangat fenomenal berjudul:

موقف العقل والعلم والعالم من رب العالمين وعباده المرسلين

Dalam kitab ini Syekh Mustafa membantah Syekh Kautsari dan menyebut namanya dengan tegas.

Karena namanya sudah disebut secara terang-terangan akhirnya Syekh Kautsari menulis bantahan terhadap Syekh Mustafa dalam kitabnya berjudul:

الاستبصار فى التحدث عن الجبر والاختيار
[]

Yendri Junaidi

Pengajar STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang. Pernah belajar di Al Azhar University, Cairo.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *