Serangan Udara Israel Masih Berlanjut: Korban Tewas Meningkat di Jalur Gaza

 Serangan Udara Israel Masih Berlanjut: Korban Tewas Meningkat di Jalur Gaza

Genosida Israel Terhadap Palestina (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Palestina – Jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat menjadi 1.055 setelah tentara Israel terus menyerang ratusan sasaran pemukiman dan komersial, Kementerian Kesehatan setempat mengumumkan pagi ini, sebagaimana dikutip dari muslimnews.

Di antara korban tewas terdapat sedikitnya 260 anak-anak Palestina dan 200 wanita.

Serangan udara telah menargetkan setidaknya 40 media. Delapan jurnalis juga tewas dan dua lainnya hilang dan dikhawatirkan tewas. Sebanyak 5.000 warga Palestina lainnya terluka.

Kemarin, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa serangan udara Israel telah menyebabkan lebih dari 260.000 warga Palestina di Gaza mengungsi.

Kekhawatiran meningkat bahwa jumlah pengungsi Palestina di Gaza akan meningkat di tengah berlanjutnya serangan Israel dan tembakan roket Hamas.

Kelompok Hamas Palestina melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa terhadap Israel pada Sabtu pagi, menembakkan rentetan roket dan menyusup ke Israel melalui darat, udara, dan laut.

Dikatakan bahwa serangan mendadak itu merupakan respons terhadap penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Jumlah warga Israel yang terbunuh meningkat menjadi 1.200 orang karena lebih banyak jenazah yang ditemukan dan 2.700 orang terluka, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan Hamas.

Tentara Israel pada hari Selasa mengatakan 1.500 mayat pejuang Hamas ditemukan di Israel.

Sebagai pembalasan, militer Israel melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Pertahanan Sipil Palestina mengatakan bahwa dengan berlanjutnya pemboman dan banyak warga Palestina yang masih terjebak di bawah reruntuhan, jumlah korban jiwa warga Palestina kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

Tentara menembakkan rudal ke rumah-rumah dan bangunan di daerah Al-Atatra di Beit Lahia, di Gaza utara, dan sebuah rumah di kota Bani Soheila, sebelah timur Khan Younis, di Gaza selatan. Rudal Israel menewaskan sembilan belas warga Palestina di Khan Younis.

Israel juga telah memutus pasokan air, listrik, dan makanan ke Gaza, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan.

Sebagai rumah bagi hampir 2,2 juta orang, Jalur Gaza telah terguncang di bawah pengepungan Israel yang melumpuhkan sejak tahun 2007.

Sementara itu, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Selasa malam bahwa lebih dari 175.000 orang di Gaza telah mengungsi di 88 sekolah mereka.

Badan PBB tersebut mengatakan: “88 sekolah kami di Jalur Gaza telah berubah menjadi tempat penampungan bagi lebih dari 175.000 orang.”

Badan tersebut mengatakan bahwa jumlah pengungsi meningkat pesat karena serangan udara Israel yang terus berlanjut. []

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *