Rekomendasi Makanan Sehat Saat Ramadan Agar Tubuh Tetap Fit

 Rekomendasi Makanan Sehat Saat Ramadan Agar Tubuh Tetap Fit

Pertama Dalam Sejarah, Kastil Windsor Menjadi Tuan Rumah Buka Puasa (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Puasa Ramadan terkadang membuat umat Muslim lemas dan kurang fit. Hal itu dikarenakan asupan makanan yang kurang sehat, oleh karenanya penting untuk memperhatikan menu saat berbuka dan makan sahur di bulan Ramadan.

Berikut ini rekomendasi makanan sehat saat menjalankan puasa Ramadan yang bisa Anda ikuti. Selain itu, Anda bisa mengikuti porsi-porsi yang disarankan sesuai dengan takaran ahli gizi.

1. Makanan Sehat di Bulan Ramadan

Makan yang mengandung asam baik untuk tubuh setelah sehari penuh menahan lapar dan dahaga. Makanan yang mengandung asam memiliki sifat mendinginkan tubuh.

Selain itu, makanan yang mengandung asam, tinggi dengan kandungan air (sesuai dengan temperamen seseorang). Adapun makanan yang memiliki kandungan asam ada di dalam lemon, sirup barberry, jus delima, dan asam segar.

Makanan-makanan di atas sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan untuk melengkapi hidangan berbuka puasa. Makanan tersebut bisa Anda nikmati setelah minum minuman hangat.

Anda dapat menikmati roti dedak panggang, keju, dan kenari atau beberapa sayuran. Jika Anda tidak ingin memasak makanan untuk berbuka puasa, Anda bisa menambahkan mentega, roti, dan selai favorit mereka.

2. Mencegah sembelit di bulan Ramadan

Ahli gizi menganjurkan untuk mengkonsumsi selada, mentimun, ara kering dan plum saat sahur. Makanan tersebut bermanfaat untuk mencegah sembelit selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Secara umum, puasa akan mengecilkan perut, mengurangi nafsu makan, dan mengakibatkan penurunan berat badan. Oleh karena itu, memaksakan makan sebanyak yang biasa dimakan sebelum bulan suci Ramadan dapat menyebabkan mual, asam lambung, dan lain-lain.

Tips untuk menghindari rasa haus yang parah

Untuk menghindari rasa haus yang amat sangat, lebih baik Anda kurangi makanan manis seperti makanan penutup yang dibuat dengan tepung, air mawar dan minyak. Selain itu, Sholezard seperti makanan penutup puding beras safron tradisional Iran. Zulbia dan Bamiyeh (permen goreng tradisional) juga dianjurkan untuk Anda hindari karena kaya akan gula dan lemak.

Mengkonsumsinya dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa haus, menyebabkan pencernaan yang buruk, merusak nafsu makan dan meningkatkan risiko obesitas. Lebih baik memakannya dalam jumlah yang sangat kecil dan dua jam setelah berbuka puasa.

Untuk menjaga tubuh dari rasa haus dan dehidrasi, Anda bisa menggunakan bau apel, mentimun, lemon, dan air mawar. Bahan-bahan tersebut lebih dulu Anda cuci kemudian semprotkan di wajah dan leher.

Selama berpuasa Ramadan, sebaiknya hindari menghabiskan waktu lama di luar. Jika memungkinkan untuk tidak terlibat dalam aktivitas mental dan fisik yang berlebihan terutama di tempat yang panas.

Untuk itu, oleskan minyak violet atau almond di perut, pipi, dahi dan belakang telinga. Kemudian beristirahat di tempat yang gelap dan sejuk dengan aroma yang menyejukkan sehingga membantu menghindari rasa haus yang parah.

Saat sahur, jangan terlalu banyak mengonsumsi teh, air, dan semangka. Meski mengandung banyak air, namun itu tidak menghilangkan rasa haus, malah meningkatkan buang air kecil sehingga menyebabkan tubuh kurang cairan dan meningkatkan rasa haus di siang hari.

 

 

Sumber : IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *