Neo Letto: Santri Punya Potensi untuk Kemajuan Bangsa

 Neo Letto: Santri Punya Potensi untuk Kemajuan Bangsa

Neo Letto (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (PP LESBUMI NU), Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto punya pandangan sendiri soal satri. Menurutnya, salah satu akar atau pondasi kemajuan bangsa yang belum sepenuhnya menunjukkan kekuatan adalah santri.

Padahal lanjut dia, santri memiliki potensi luar biasa yang terbentuk seraya mengenyam pendidikan di pesantren. Untuk itu, ia berpandangan santri memiliki potensi luar biasa untuk memajukan bangsa.

“Santri itu terkenal punya daya juang yang lebih kuat daripada anak sekolah. Karena pertarungan di pesantren tidak sesederhana di sekolah. Itu modal yang luar biasa untuk membangun Indonesia ke depan,” kata Sabrang pada tayangan kanal YouTube NU Online, dikutip Sabtu (13/11/2021).

Santri, menurut penyanyi tembang Ruang Rindu itu mengingatkan, bahwa Hari Santri sendiri merupakan momentum. Untuk kembali mengingat peran pesantren yang sangat vital di kebudayaan Indonesia.

Dijelaskan, sebelum sistem pendidikan barat hadir di Indonesia, pesantren merupakan pusat pengetahuan yang dijadikan rujukan oleh masyarakat.

“Kalau saya ceritakan dulu, gurunya benar-benar personal dengan muridnya. Semua tidak harus ujian matematika, bahasa, karena masing-masing (anak) punya bakat yang diberikan oleh Tuhan. Jadi itu yang ditumbuhkan,” terang putra Cak Nun.

Merujuk pada makna ‘santri’ itu sendiri, Sabrang menerangkan bahwa ia berangkat dari kata ‘sastri’ yang berarti orang berilmu.

“Sastri yang kemudian menjadi santri artinya adalah orang yang berilmu,” tuturnya. Santri yang dianggap sebagai seseorang yang matang agamanya. Noe menyebut juga matang di dunia sosialnya serta pengetahuan dan sainsnya.

“Karena santri di awal dulu benar-benar menjadi pusat pengetahuan dan rujukan masyarakat. Mau dari ilmu agama, budaya, pengetahuan menanam, cuaca,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 4 =