Meneladani Umar bin Abdul Aziz dalam Menerima Kritik

 Meneladani Umar bin Abdul Aziz dalam Menerima Kritik

Meneladani Umar bin Abdul Aziz dalam Menerima Kritik (Ilustrasi)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH. Muhammad Idror Maimoen Zubair (Gus Idror) dalam sebuah pengajiannya menyinggung bagaimana sosok Umar bin Abdul Aziz memiliki teladan yang luar biasa dalam menerima kritik.

Alih-alih menjadi pribadi yang anti kritik, Umar bin Abdul Aziz menurut Gus Idror justru dikenal sebagai pribadi yang sangat senang dan terbuka jika mendapat kritik.

“Umar bin Abdul Aziz pun demikian. Senang ketika diingatkan (mendapat kritik) anaknya,” ungkap Gus Idror dalam potongan video yang diunggah akun X @gayengco, dikutip Selasa (13/02/2024).

Saat itu, ketika Umar bin Abdul Aziz hendak tidur, beliau diingatkan oleh anaknya.

“Wahai Bapakku, jika engkau tidur, umatmu bagaimana?”

Mendengar pertanyaan anaknya tersebut, Umar bin Abdul Aziz kemudian menjawab,

“Alhamdulillah, aku punya anak yang mau mengingatkanku.”

“Maksud saya, lihat Umar bin Abdul Aziz yang dipuji setinggi langit, masih membutuhkan orang untuk mengingatkan. Masih membutuhkan orang untuk mengkritik,” ujar Gus Idror.

Meski demikian, lanjut putra kesepuluh dari Mbah Moen tersebut, seseorang yang hendak menyampaikan kritik harus dilakukan dengan cara yang baik.

Sebagai informasi, Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin kedelapan dari 14 khalifah yang memimpin Bani Umayyah.

Kepemimpinannya dianggap yang paling sukses di sepanjang kekhalifahan.

Bahkan, Umar bin Abdul Aziz sampai mendapatkan gelar Khalifah Rasyid yang kelima karena memerintah sesuai dengan sistem Khulafaur Rasyidin.

Beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat menentang tindak korupsi.

Bahkan, Umar bin Abdul Aziz sampai mau mengembalikan harta hasil tindak korupsi dari pemerintah sebelumnya.

Tentu saja, sosok Umar bin Abdul Aziz merupakan sosok yang wajib diteladani oleh siapa pun, terutama bagi para pemimpin yang memegang amanah untuk memerintah sebuah negara. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *