Soal Aliran Sesat Aliyudin, MUI: Mereka Keliru Mengamalkan Sayariat

 Soal Aliran Sesat Aliyudin, MUI: Mereka Keliru Mengamalkan Sayariat

Hukumi Haram, MUI Tegaskan Uang Serangan Fajar Tidak Berkah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Beberapa waktu lalu, warga Kabupaten Tangerang, Banten dihebohkan dengan sebuah video mengenai ritual keagamaan yang diduga menganut ajaran sesat. Tepatnya di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka.

Dalam video tersebut memuat ritual dari kelompok yang dipimpin oleh Aliyudin. Dimana mereka berada di sebuah makam untuk melakukan ritual.

Yang membikin heboh lagi terdapat anjing berwarna hitam yang menyertai ritual tersebut.

Beredar kabar, peziarah yang ikut ritual harus dijilat terlebih dahulu oleh anjing tersebut.

Parahnya lagi, para peziarah juga harus mengucapkan kalimat zikir secara terbalik dari Astaghfirullahaladzim menjadi Haladzimastagfirullah.

Menanggapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa saat ini pimpinan dan para pengikut aliran sesat telah diamankan.

Menurut Sekretaris MUI Tangerang, Nur Alam, para pengikut aliran yang dipimpin Aliyudin itu berasal dari Balaraja, Cisoka.

“Saat ini dalam tahap pembinaan majelis ulama. Sampai sekarang juga masih dipantau dan dibina,” kata Nur Alam dilansir dari Antara, Senin (20/2/2023).

Selain itu, Aliyudin selaku pimpinan aliran tersebut diminta membuat pernyataan dan mengakui jika salah dalam memahami ajaran agama Islam.

“Dan atas kekeliruannya itu juga mereka sudah mengakui kesalahannya dan mengakui kekeliruannya, dan sudah meminta maaf kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Nur Alam, ritual yang dilakukan kelompok pimpinan Aliyudin diketahui ada kekeliruan dalam melaksanakan dan mengamalkan Syariat Islam. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *