Salahkah Perempuan Berpendidikan Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga?

 Salahkah Perempuan Berpendidikan Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Kisah Fathimah An-Nisabburiya, Sufi Perempuan dari Persia Mencari Jodoh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Menjadi seorang ibu rumah tangga atau full-time housewife adalah hal yang dianggap normal pada masa dulu kala.

Akan tetapi, dengan adanya perubahan sosial dan ekonomi, banyak wanita yang memilih untuk mengejar karir dan meraih pendidikan tinggi.

Namun, keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga tetap menjadi pilihan yang sangat dibicarakan dan diperdebatkan dalam masyarakat modern saat ini.

Beberapa orang berpendapat bahwa seorang perempuan yang berpendidikan seharusnya mengejar karir dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

Sementara yang lain memandang bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah pilihan yang mulia dan menghargai peran penting yang dimainkan oleh perempuan dalam keluarga.

Pada kenyataannya, keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga atau mengejar karir adalah pilihan yang sangat personal dan tergantung pada kebutuhan individu dan keluarga.

Beberapa perempuan mungkin merasa bahwa mereka lebih bahagia dan merasa terpenuhi dengan mengurus keluarga dan anak-anak mereka.

Sebagian lagi, memilih untuk mengejar karir untuk mencapai tujuan pribadi mereka.

Alasan Perempuan Berpendidikan Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga

Pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga atau bekerja di luar rumah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nilai-nilai pribadi, kebutuhan finansial, kondisi keluarga, dan kesempatan karir.

Akan tetapi, beberapa perempuan berpendidikan memilih menjadi ibu rumah tangga karena mereka menganggap bahwa tugas mengasuh anak dan menjaga rumah tangga merupakan tanggung jawab utama mereka.

Mereka mungkin juga percaya bahwa memberikan perhatian penuh kepada keluarga dan anak-anak mereka adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.

Meskipun ini mungkin terdengar konservatif, namun pandangan tersebut tetap merupakan hak setiap individu untuk memilih jalannya sendiri.

Selain itu, menjadi ibu rumah tangga juga memberikan fleksibilitas waktu yang lebih besar dalam mengurus keluarga dan anak-anak.

Dalam beberapa kasus, perempuan merasa bahwa karir di luar rumah akan mengganggu peran ibu dan istri yang dianggapnya lebih penting.

Namun, menjadi ibu rumah tangga juga tidak berarti bahwa perempuan tidak berpendidikan.

Banyak perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga tetap memanfaatkan waktu luangnya untuk mengambil kursus atau mempelajari hal baru.

Beberapa di antaranya bahkan menjalankan usaha kecil di rumah sebagai penghasilan tambahan.

Keuntungan Perempuan Berpendidikan Memilih menjadi Ibu Rumah Tangga

Perempuan berpendidikan yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga memiliki keuntungan sebagai berikut.

Pertama, perempuan yang menjadi ibu rumah tangga dapat memberikan perhatian penuh pada keluarga dan anak-anaknya.

Ia dapat menghabiskan waktu bersama keluarga, memberikan asuhan yang baik, dan memastikan bahwa semua anggota keluarga merasa dicintai dan dihargai.

Kedua, meningkatkan kualitas hidup keluarga. Ia dapat memastikan bahwa kebutuhan keluarga tercukupi dan lingkungan rumah tetap bersih, rapi, dan nyaman.

Ia juga dapat mengatur kegiatan sehari-hari keluarga agar lebih efektif dan efisien.

Ketiga, memberikan dukungan pada suami. Ia dapat lebih fokus memberikan dukungan pada suaminya, baik itu dalam karir atau kehidupan sehari-hari.

Ia dapat membantu suaminya mengatur jadwal, memberikan saran atau masukan, dan membantu mengatasi masalah yang mungkin muncul.

Keempat, mengembangkan keterampilan. Ia dapat mengembangkan berbagai keterampilan, seperti memasak, menjahit, mengelola anggaran keluarga, dan merawat anak-anak.

Keterampilan-keterampilan ini dapat bermanfaat bagi keluarga dan juga membuka peluang untuk mencari penghasilan tambahan di masa depan.

Kelima, mengurangi stress. Berkarir di luar rumah dapat menjadi sumber stres yang tinggi bagi sebagian perempuan.

Dengan menjadi ibu rumah tangga, seorang perempuan dapat mengurangi stres yang disebabkan oleh tuntutan pekerjaan dan dapat fokus pada tugas-tugas rumah tangga dan keluarga. Dan masih banyak lagi keuntungan lainnya.

Meski ada kelima dan masih banyak manfaat dengan menjadi ibu rumah tangga. Namun tetap saja masih banyak masyarakat yang berpendapat negatif dengan pilihan perempuan berpendidikan yang menjadi ibu rumah tangga.

Ketika menghadapi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

Pertama, jangan terlalu mempermasalahkan pandangan orang lain. Saat menghadapi situasi ini, penting untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda-beda.

Kita tidak perlu mempertimbangkan terlalu banyak tentang bagaimana pandangan masyarakat tentang pilihan kita. Ingat kita memiliki hak untuk membuat pilihan hidup sendiri.

Kedua, berikan contoh positif. Kita buktikan pada masyarakat bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu hal yang buruk dan bisa memberikan dampak yang positif bagi keluarga dan masyarakat.

Misalnya, dengan merawat anak-anak dengan baik, menjaga kesehatan keluarga dan meluangkan waktu untuk membantu komunitas.

Ketiga, fokus pada tujuan hidup. Terlepas dari apa yang orang lain pikirkan, mari fokus pada tujuan hidup sendiri. Jadikan pilihan kita sebagai pengambilan keputusan yang paling tepat dan lanjutkan dengan tekad yang kuat.

Jangan biarkan pendapat orang lain mempengaruhi keputusan kita dan jangan ragu untuk mengejar mimpi yang kita miliki.

Akhir kata, keputusan menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan yang tidak dapat dianggap sebelah mata.

Setiap individu berhak memilih jalannya sendiri dalam hidupnya, termasuk dalam memilih peran yang ingin dijalankan dalam keluarga.

Sebaiknya, kita menghormati pilihan mereka dan memberikan dukungan untuk menjalankan peran tersebut dengan sebaik-baiknya. []

Aminatus Sakdiah

Aminatus Sakdiah, alumni Universitas Negeri Malang. Ibu Rumah Tangga dan Anggota Komunitas Puan Menulis.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *