Presiden Baru Iran Tetap Haramkan Nuklir Sesuai Fatwa Khamenei

 Presiden Baru Iran Tetap Haramkan Nuklir Sesuai Fatwa Khamenei

Ledakan Ranjau Darat di Pakistan Tewaskan 13 Buruh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Presiden baru Iran Ebrahim Raisi resmi dilantik pada Kamis (5/8) kemarin. Dalam kesempatan tersebut dirinya menegaskan bahwa Iran tetap mengharamkan penggunaan senjata Nuklir di negaranya.

Hal itu lanjut Ebrahim Raisi dikarenakan sudah menjadi fatwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sehingga dirinya akan tetap secara teguh memegang fatwa haram pembuatan senjata nuklir.

“Pemerintah Republik Islam, menurut fatwa Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, melarang senjata nuklir, dan senjata ini tidak memiliki tempat dalam strategi pertahanan Republik Islam,” kata Raisi dilansir dari Sindonews, Jumat (6/8/2021).

Meski demikian, Ebrahim Raisi mengaku akan tetap menuntut agar embargo internasional untuk negaranya dicabut. Bagaimanapun caranya, dirinya berkomitmen agar embargo internasional dihentikan.

“Kebijakan tekanan dan sanksi tidak akan membuat rakyat Iran menyerah mengejar hak hukum mereka, termasuk hak atas pembangunan. Sanksi terhadap Iran harus dicabut dan kami akan mendukung rencana diplomatik apa pun yang mencapai tujuan ini,” sambungnya.

Sebagai informasi, Ebrahim Raisi resmi menggantikan presiden Iran sebelumnya yakni Hassan Rouhani. Dalam pemerintahannya mendatang, Iran akan tetap memegang teguh fatwa Khamenei untuk mengharamkan nuklir.

Sementara itu, Jubir Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan Amerika juga siap untuk melanjutkan pembicaraan kesepakatan nuklir, selama itu untuk kepentingan negaranya. “AS akan membela dan memajukan kepentingan keamanan nasional kami dan kepentingan mitra kami,” ujar Price.

“Kami berharap Iran akan mengambil kesempatan sekarang untuk memajukan solusi diplomatik dan solusi diplomatik yang ada di hadapan kita semua. Kami menunggu untuk melihat pendekatan yang akan diambil oleh pemerintah baru di Iran,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *