Penyair yang Mendapat Pujian Rasulullah, Siapakah Dia?

 Penyair yang Mendapat Pujian Rasulullah, Siapakah Dia?

Penyair (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Khansa binti Amr dilahirkan terkenal sebagai penyair yang syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang tercinta yang telah tiada. Terutama kepada kedua orang saudara lelakinya, yaitu Muawiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.

Khansa tumbuh besar di zaman jahiliyah, di tengah suku bangsa Arab mulia, yaitu Bani Mudhar. Dia amat pandai bersyair, hingga ia ditegur oleh Umar bin Khathab karena seringnya bersyair tentang kedua saudaranya itu.

Khansa akhirnya memeluk Islam, setelah menjadi seorang muslim, syair Khansa lebih banyak berisi ketaatan seorang hamba kepada Tuhan. Karya Al Khansa bahkan mendapatkan pujian dan pengakuan dari Nabi Muhammad Saw.

Dalam sebuah riwayat lain, sebagaimana dilansir dari Republika.co.id, sahabat Adi bin Hatim dan saudarinya Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah. Adi berkata, “Ya Rasulullah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair. Orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.”

Pengakuan Rasulullah kepada Khansa atas Syarir-Syairnya

Baginda Nabi kemudian meminta Adi bin Hatim menyebutkannya. Adi bin Hatim pun menyebutkan orang-orang itu.

“Yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Sedangkan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.”

Seketika, Rasulullah menukas nama-nama yang disebutkan Adi bin Hatim. Kemudian, Baginda bersabda, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi bin Hatim. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah serta orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thalib.”

Kemampuannya bersyair pun diakui oleh banyak sahabat Rasulullah. Jarir RA pernah ditanya oleh sesorang, “Siapakah yang paling pandai bersyair?” Jarir pun berkata “Kalau tidak ada al-Khansa tentu aku.”

Bakatnya sebagai seorang penyair sangat mumpuni. Begitu pun kasih sayang terhadap suami dan keempat anaknya yang tiada tara.

 

Sumber : Republika

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

six + eight =