Menag Dukung UIN Sunan Kalijaga Berikan Gelar Kehormatan

 Menag Dukung UIN Sunan Kalijaga Berikan Gelar Kehormatan

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendukung dan mendorong rencana pemberian gelar kehormatan Doktor Honoris Causa. Pemberian gelar kehormatan tersebut akan dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, kepada sejumlah tokoh agama dunia.

Pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) untuk tokoh agama dunia ini, menurut Gus Yaqut sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Meski demikian, Gus Yaqut mengingatkan pelaksaan pemberian gelar kehormatan tentu dengan memperhatikan regulasi yang ada, agar tidak ada yang mempersoalkan di kemudian hari.

“Kehati-hatian itu jauh lebih penting. Jika sesuai regulasi, secara administrasi bisa diberi gelar kehormatan, saya mendorong ini untuk ditindaklanjuti,” kata Gus Yaqut dalam keterangannya.

Untuk itu, Gus Yaqut meminta kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Dirjen Pendis mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Adapun dua tokoh yang akan diberi gelar Doktor (HC) adalah Paus Fransiskus, Vatikan, dan Grand Syekh Al Azhar, Mesir. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin, menyatakan pihaknya masih melakukan berbagai persiapan. Ia pun meminta dukungan serta doa agar rencana ini segera terealisasi.

“Ini masih belum, masih zikir dulu, doakan saja ya. Nanti saatnya akan kita kerjasamakan. Doakan saja ini masih terlalu dini,” kata Al Makin dilansir detik.com, Selasa (27/7/2021).

Pihaknya telah mengajukan rencana ini ke berbagai pihak. Al Makin menyebut, Mensesneg Pratikno mendukung dengan memfasilitasi kepanitiaan dari Sekretariat Negara (Setneg).

Dukungan, kata Al Makin, juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang secara pribadi mendukung dan sudah melakukan pertemuan dengan Kedubes Vatikan dan Kedubes Mesir.

Pemberian gelar kehormatan ini bisa secara virtual atau menghadirkan langsung dua tokoh agama tersebut.

“Terkait teknis pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bisa dengan Zoom, atau dengan menghadirkan kedua tokoh agama dunia ini ke Indonesia. Jika kedua tokoh agama dunia ini berkenan hadir di Indonesia, akan memberi impact luar biasa bagi dunia internasional,” tambah Al Makin.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *