Landmark Perdamaian Yahudi, Kristen, dan Muslim Siap Diresmikan

 Landmark Perdamaian Yahudi, Kristen, dan Muslim Siap Diresmikan

Landmark Perdamaian Lintas Agama (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Abu Dhabi – Bangunan berjuluk The Abrahamic Family House siap diresmikan pada tahun 2022 mendatang. Bangunan ini merupakan sebuah landmark perdamaian bagi Yahudi, Kristen dan Muslim.

Landmark ini sendiri disebut sebagai Rumah bagi Keluarga Ibrahim. Untuk lokasi pembangunan landmark perdamaian lintas iman ini bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Di mana tepatnya di bangun di Pulau Saadiyat. Saat ini untuk konstruksi bangunan sedang dijalangkan. Dan direncakan siap diresmikan tahun 2022.

Komite Tinggi Persaudaraan Manusia (HCHF) menjelaskan bahwa saat ini untuk pembangunan bangunan sudah mencapai 20 persen. Dia optimis bahwa The Abrahamic Family House ini nantinya bisa selesai tahun depan.

“Di area kompleks bangunan ini terdapat bangunan sinagog, gereja, dan masjid,” ungkap HCHF dilansir dari Vaticannews, Rabu (14/7/2021).

Dalam keterangannya, HCHF menyebutkan bahwa ide awal pembangunan landmark perdamaian ini karena teringat Dokumen Persaudaraan Manusia Tahun 2019. HCHF juga memiliki tugas mengawasi jalannya proyek bangunan tersebut.

Mendapat Dukungan Tokoh Lintas Agama

Adapun desain proyek disebut telah mendapat dukungan dan persetujuan dari Paus Fransiskus dan Imam Besar Ahmed el-Tayeb dari al-Azhar. Inspirasi nama The Abrahamic Family House juga didapatkan dari tokoh Alkitab Perjanjian Lama yaitu bernama Abraham (Nabi Ibrahim), yang diakui dan sangat dihormati oleh masyarakan Yahudi, Kristen dan Muslim.

Untuk perancang desain bangunan sendiri diranacang seorang arsitek kenamaan bernama Sir David Adjaye. Bangunan ibadah ini tentu saja mewakili sekaligus merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh ketiga agama tersebut.

“Dengan demikian, kompleks secara inovatif menceritakan sejarah dan membangun jembatan antara peradaban manusia dan pesan surgawi,” kata David.

Ketiga tempat peribadatan ini juga memiliki nama yang beragam untuk masjid diberi nama Majis Imam Al-Tayeb, lalu gereja diberi nama St. Gereja Francis, dan untuk sinagog diberi nama Sinagoga Musa Ben Maimon.

Selain tiga tempat ibadah, situs ini juga dilengkapi dengan pusat budaya yang bertujuan untuk mendorong orang-orang mencontohkan persaudaraan dan solidaritas manusia dalam komunitas yang menghargai nilai-nilai saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 2 =