PBNU Ingin Ciptakan Mesin AI Buatan Muslim Ahlussunah

 PBNU Ingin Ciptakan Mesin AI Buatan Muslim Ahlussunah

PBNU Ingin Pelibatan Perempuan Dimassifkan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespon perkembangan AI yang saat ini mulai banyak digunakan orang. Salah satunya digunakan untuk mencari rujukan dalam ber-Islam.

Menanggapi hal itu, apakah AI bisa digunakan sebagai rujukan dalam ber-Islam? PBNU menegaskan haram.

Salah satu sebabnya, karena saat ini AI diproduksi oleh orang-orang non-Muslim. Sehingga kecerdasan buatan itu tidak mempunyai otoritas dalam hal yang bersifat fatwa.

Untuk itu, Ketua Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah Munas NU 2023, KH Hasan Nuri Hidayatullah menyatakan sangat penting ke depan PBNU membuat AI, di mana pembuatnya paham tentang Islam.

“Nanti ke depan PBNU bisa melahirkan kecerdasan digital yang dibangun diisi konten-kontennya oleh orang-orang yang mempunyai otoritas dalam hal yang bersifat fatwa,” ujarnya dilansir dari NU Online, Kamis (21/9/2023).

Dirinya menambahkan, melalui AI buatan dari PBNU diharapkan umat Islam secara bisa lebih mudah mengakses rujukan ber-Islam yang bersanad.

“Nanti kaum Nahdliyin mempunyai rujukan paling tidak untuk mempermudah dalam mencari rujukan fatwa dalam masalah agama,” jelasnya.

Data dari PBNU perlu untuk mengisi AI agar dapat merujuk pada mazhab-mazhab Ahlussunah wal Jamaah an-Nahdliyah, tidak bias dengan pemahaman di luarnya.

“Insyaallah mudah-mudahan dengan adanya AI yang dibangun oleh NU, isinya bisa steril tidak bercampur dengan paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah,” tandanya.

Sebagai informasi, salah satu hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2023 menghasilkan keputusan tantang hukum penggunaan AI sebagai rujukan dalam beragama. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *