Cinta Pertama Muhammad yang Menolak Cinta hingga 2 Kali

 Cinta Pertama Muhammad yang Menolak Cinta hingga 2 Kali

Sayyidah Zainab binti Jahsy, Dinikahi Nabi Setelah Massa Iddah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Barangkali kamu pernah patah hati karena ada yang menolak cinta. Jangan sedih karena Nabi Muhammad pun pernah mengalaminya hingga 2 kali dengan wanita yang sama, yang juga menjadi cinta pertamanya.

Sekelas nabi saja tidak selalu mulus perjalanan kasihnya, apalagi kita yang terkategori sebagai manusia akhir jaman. Lalu siapakah wanita yang menolak cinta Nabi Muhammad tersebut?

Apakah alasan yang disertakan sang wanita sehingga dengan tegas ikhlas menolak cinta manusia pilihan Allah SWT. itu, bahkan ketika sang Nabi telah diutus menjadi Rasul?

Wanita itu ialah sepupu Nabi Muhammad, saudari perempuan dari Ali bin Abi Thalib dan Ja’far bin Abi Thalib. Nama lengkapnya ialah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim, atau dikenal dengan nama Ummu Hani’.

Ummu Hani’ adalah teman masa kecil Nabi Muhammad Saw sekaligus cinta pertamanya. Ketika Rasulullah Saw memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa cintanya dan melamar Ummu Hani’, ia menolaknya.

Menolak dengan Halus

Penolakan itu disampaikan oleh Abu Thalib, ayah dari Ummu Hani’ lantaran dirinya sudah dilamar oleh orang lain. Abu Thalib yang juga paman Nabi Muhammad pun menjelaskan kepada keponakannya tersebut perihal penolakan itu.

Abu Thalib menyampaikan bahwa Fakhitah atau Ummu Hani’ telah dilamar oleh seorang laki-laki yang baik budinya, bernama Hubayroh. Hubayroh merupakan putra dari saudara ibu Abu Thalib dari Bani Makhzum.

Ketika itu, Nabi Muhammad masih ingin membujuk pamannya, agar bersedia menikahkan putrinya pada beliau. Namun Abu Thalib menolak dengan halus keinginan beliau tersebut.

Ummu Hani’ akhirnya menikah dengan Hubayroh. Setelah menikah dengan Hubayroh, Ummu Hani dikaruniai 4 anak, dan tinggal di Mekkah.

Nabi pun akhirnya menemukan sosok perempuan yang menjadi cinta sejatinya, bahkan menjadi istri pertama dan mendampingi dakwah beliau. Dia adalah Siti Khadijah, seorang wanita cantik yang terhormat, sekaligus kaya raya.

Penolakan Kedua Ummu Hani’

Setelah Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi Rasul, saat itu terjadi peristiwa Fathu Mekkah. Peristiwa itu membawa banyak orang yang berbondong-bondong masuk Islam.

Suami Ummu Hani’ tidak mau ikut masuk Islam, tidak mau bersyahadat, bahkan Hubayroh melarikan diri keluar dari Mekkah. Nabi Muhammad Saw yang masih menyimpan rasa cinta kepada Ummu Hani’, lalu beliau merasa iba kepada Ummu Hani karena ditinggal kabur oleh suaminya.

Rasulullah Saw pun berniat melamar Ummu Hani’ untuk kedua kalinya. Namun hal tersebut kembali ditolak oleh Ummu Hani’.

Kali ini dengan alasan bahwa Ummu Hani’ sudah tua dan mempunyai anak-anak banyak. Hal ini ditakutkan dapat mengganggu dakwah Rasulullah SAW di masa yang akan datang.

Begitulah memang cinta, perkara jodoh sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT. Jika cintamu ditolak oleh seorang wanita, maka jangan bersedih karena Rasulullah pun mengalaminya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *