Tren Pemasaran Islami di Bidang Industri Penerbitan Meningkat

 Tren Pemasaran Islami di Bidang Industri Penerbitan Meningkat

Muharram Marketing Festival 2021

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Tren pemasaran Islami yang terkini di bidang industri penerbitan dan edukasi mengalami perkembangan luar biasa. Hal ini terlihat pada Islamic Bookfair yang lebih meriah dibanding pameran buku pada umumnya.

H Taufik, CEO MarkPlus Islamic dan Deputy Chairman MarkPlus, Inc dalam Muharram Marketing Festival (MMF) 2021 hari kedua, Selasa (31/8/2021) mengatakan perkembangan tersebut di luar dugaan. Meski demikian, menurutnya hal ini menunjukkan adanya tren ketertarikan masyarakat terhadap buku-buku Islam.

Menanggapi hal tersebut, Irwan Kelana, Redaktur Senior Harian Republika mengatakan tidak mudah untuk meyakinkan penerbit agar mengambil bagian dalam IBF.

“Awalnya tidak mudah meyakinkan penerbit untuk mengikuti IBF (Islamic Book Fair), tapi lama-kelamaan IBF makin menarik minat peserta dan pengunjung. Sampai tahun 2020 terdapat 343 stan, dan 2021 tidak ada IBF karena COVID,” ungkap Irwan Kelana, diskusi Muharram Marketing Festival 2021 (30/08/2021).

Di tahun 2020, IBF berhasil mengumpulkan sejumlah 140.000 peserta dari seluruh Indonesia. IBF menjadi pameran yang ditunggu-tunggu oleh pelajar dan santri, baik dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. IBF dinilai menjadi puncak literasi dan tonggak peradaban literasi Islam.

Strategi Marketing di Masa Pandemi

Sementara itu, CEO Mizan Publika, Sari Meutia mengatakan bahwa pihaknya gencar menekuni strategi pemasaran Islami. Hal ini dilakukan sebelum pandemi hingga kini dapat melenggang santai.

“Kami fokus sekali ke digital marketing. Alhamdulillah sebelum masa COVID datang kita sudah memiliki Mizaln Digital Headquarter yang menangani program digital marketing,” ungkap Sari Meutia.

“Marketing tentu saja kita fokus lebih banyak ke online. Meski setelah PPKM kita berharap toko bisa buka kembali. Juga pameran-pameran juga bisa aktif kembali,” tambah dia.

Muharram Marketing Festival 2021 diselenggarakan selama dua hari, mulai Senin (30/9) hingga Selasa (31/9). Pada hari pembukaan, MMF 2021 mengangkat tema pemasaran Islami di bidang kosmetik dan fasyien dan upaya bertahan selama masa kritis seperti pandemi saat ini.

Di hari kedua, MMF 2021 mengangkat tema pemasaran Islami di bidang industri penerbitan dan pendidikan. Acara ini menjadi bagian dari upaya MarkPlus, Inc dalam rangka mendukung pemerintah Indonesia memajukan Indonesia dalam Global Islamic Economy.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × three =