NU Cegah Radikalisme Dengan Penguatan Imam dan Khatib Masjid

 NU Cegah Radikalisme Dengan Penguatan Imam dan Khatib Masjid

HIDAYATUNA.COM, Purwokerto –  Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwokerto Timur, H Akhmad Tauhid mengatakan indikator sebuah kemakmuran masjid apa bila setiap sholat lima waktu dipenuhi oleh jamaah.

Disampaikan dalam kegiatan sarasehan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Banyumas, Jawa Tengah yang bertempat di Masjid Wakaf Al-Istiqomah Kauman Lama Purwokerto. 

Ia juga mengatakan bahwa masjid juga sebagai ruang soal yang erat dengan masyarakat, contoh sederhana seperti pendistribusian zakat ke warga. Selain itu, lanjutnya masjid berfungsi sebagai ruang belajar untuk memperdalam ilmu agama dan mempererat tali persaudaraan.

“Tentu masih banyak fungsi masjid yang lain, seperti majlis taklim, madrasah diniyah, dan sebagainya,” kata Akhmad Tauhid. 

Ketua PC LDNU Banyumas, KH Abdul Qodir menyatakan bahwa sarasehan yang digelar merupakan media untuk saling bersilaturahim. Selain itu, menurutnya kegiatan ini merupakan langkah untuk menangkal masuknya radikalisme.

“Bersama LTMNU, kami mengawali silaturahim dengan para takmir masjid di wilayah eks-Kota Administratif Purwokerto, yang meliputi empat MWCNU, serta merupakan langkah untuk menangkal masuknya radikalisme,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan langkah membentengi masyarakat dari paham-paham radikal. Penguatan imam dan khatib menjadi salah satu pokok penting yang dibahas dalam sarasehan ini.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *