Motivasi Kaum Pelajar atas Kejayaan Islam di Nusantara

 Motivasi Kaum Pelajar atas Kejayaan Islam di Nusantara

HIDAYATUNA.COM, Kuala Lumpur – Dalam acara penutupan kongres yang dilaksanakan di Kantor Angkatan Belia Malaysia (ABIM), Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan motivasi kepada kaum pelajar untuk memperkuat persatuan dan membangkitkan kejayaan Islam di Nusantara.

“Saya berharap, para pelajar untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, dengan mempelajari sejarah perjuangan beliau dan para sahabatnya,” tuturnya, dilansir dari Antara, di Kuala Lumpur, Selasa (05/11/2019).

“Kita perlu memperkuat Islam yang berperadaban, bersikap moderat (wasatiyah) dan memiliki jati diri yang kokoh serta unggul dalam berbagai bidang,” lanjut Hidayat yang dikenal sebagai aktivis itu.

Pelajar Islam, lebih lanjut, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu berkompetisi dalam beragam kebaikan. Termasuk di situ, kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual pun dibutuhkan untuk melahirkan pencerahan bagi umat di Nusantara .

Selain itu, ia mengutip penggalan sejarah pahlawan Indonesia, ada sosok yang sangat layak diteladani, yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman.

“Sudirman seorang santri dan guru yang memiliki pendirian teguh, tidak mau berkompromi dengan penjajah. Ia senantiasa memegang tiga rahasia kenapa selalu lolos dari sergapan tentara Belanda. Yakni, senantiasa menjaga wudhu, shalat tepat waktu, dan senantiasa ikhlas,” jelas alumnus Pesantren Gontor atau mahasiswa Universitas Islam Madinah itu.

Sementara untuk menangkal isu islamopobhia, termasuk stigma radikalisme dan terorisme, para pelajar diminta mampu menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin serta cinta perdamaian.

Dengan demikian, para pelajar harus memegang prinsip-prinsip dakwah Rasulullah, dengan menampilkan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, memahami nilai-nilai sosiologis di negara tempat kita berkiprah, serta penguatan dalam bidang ekonomi umat.

“Pelajar Islam harus bisa bekerjasama dengan organisasi apapun, siapapun, latar belakang apapun asal memberi manfaat apalagi dengan sesama organisasi Islam harusnya lebih kuat berinteraksi dan maksimal,” ungkapnya.

Dalam acara kongres tersebut, hadir juga sebagai narasumber tokoh-tokoh Malaysia, antara lain Datuk Seri Anwar Ibrahim (anggota parlemen), Senator Ismail Yusop, dan Mustaffa Kamil Ayub, politisi senior. Mereka bernostalgia saat menjadi aktivis kampus dan memberikan arahan agar kaum muda siap menyongsong masa depan yang penuh tantangan.

Di sisi lain, Mereka tergabung dalam Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara (Pepiat) yang melakukan kongres mulai 1-4 November 2019. Anggotanya berasal dari organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO), Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Persatuan Pelajar Islam Kamboja (CAMSA), Persatuan Pelajar Islam Thailand (TMSA), Persatuan Pelajar Islam Filipina (FAMSA) dan National University of Singapore Muslim Society.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *