Kabar Nasional

Ini Pola Gus Kikin Pimpin Pesantren Tebuireng

HIDAYATUNA.COM, Jombang – KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) merupakan penerus kepemimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Kendati tidak ada pola kepemimpinan Gus Sholah yang diwariskan kepada Gus Kikin secara spesifik, langkah-langkah Gus Sholah dalam memajukan Pesantren Tebuireng yang sudah dirintis sebelumnya akan diteruskan oleh Gus Kikin.

Di antaranya seperti pengembangan Pesantren Tebuireng melalui pendirian sejumlah cabang di berbagai daerah. Kini Pesantren Tebuireng sudah berdiri 15 pesantren, terakhir berdiri di Samarinda.

Gus Kikin mengaku belakangan gencar melakukan konsolidasi di internal Pesantren Tebuireng. Mulai jajaran pengelola pesantren hingga stakeholder di lingkungan pendidikan formal.

Hal ini diakuinya menjadi prioritas dalam jangka waktu pendek untuk membangun kesolidan dan menyamakan misi dalam meneruskan peninggalan-peninggalan muassis Pesantren Tebuireng dan generasi-generasi setelahnya.  

“Dalam waktu pendek ini saya konsolidasi internal, di Pondok Pesantren Tebuireng ini kan ada beberapa lembaga,” kata Gus Kikin dilansir dari NU online, Selasa (18/2/2020).

Disebutkan Gus Kikin, cabang-cabang Pesantren Tebuireng yang sudah berjalan itu akan terus dikembangkan. Hal ini penting dilakukan demi terwujudnya syiar agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari dan generasi-generasi penerusnya. Melalui cabang pesantren itu, ajaran Islam kian membumi di Nusantara.  

“Terakhir saya ke Samarinda melakukan peletakan batu pertama cabang Pesantren Tebuireng 15 pada 2019 kemarin,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, pengembangan sejumlah cabang Pesantren Tebuireng tersebut menjadi langkah prioritas setelah dirinya melakukan konsolidasi dengan internal stakeholder pesantren dan lembaga pendidikan formal Tebuireng. Beberapa daerah yang telah berdiri cabang Pesantren Tebuireng antara lain di Pandeglang, Banten, Indragiri Hilir, Riau, dan Rejang Lebong, Bengkulu.  

Baca Juga :  PBNU Tak Ingin Terburu-buru Fatwakan Vape

“Jangka pendek dan menengah ya kita mengembangkan cabang-cabang pesantren Tebuireng, pembangunan fisik gedung hingga ke kampus. Itu kan masih banyak yang perlu dilanjutkan,” ungkapnya.  

Pesantren Tebuireng, kata Gus Kiki, selama ini komitmen menguatkan ajaran-ajaran keagamaan. Pesantren ini juga berupaya menangkap perkembangan zaman dengan tidak menghilangkan nilai-nilai dan prinsip keagamaan. Sehingga pengetahuan atau sains di sini terus berkembang, terbukti dengan adanya SMA Transains Tebuireng.  

Menurut pandangan Gus Kikin, pesantren memang harus mampu melahirkan santri-santri yang cakap dalam berbagai bidang, di samping bidang agama yang paling utama, bidang pengetahuan umum juga tak boleh dilewati. Pesantren sebagai induk atau wadah penggemblengan santri, harus bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan santri dalam meningkatkan potensi-potensinya.  

“Kita harus mengisi bidang-bidang, terutama bidang agama, karena ini sangat penting dengan pengaruh luar biasa, pengaruh global, kemudian datangnya informasi yang demikian cepat di gatget,” tuturnya. (AS/Hidayatuna.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close