ICMI: BJ Habibie Menulis Puisi Untuk Islam dan Indonesia

 ICMI: BJ Habibie Menulis Puisi Untuk Islam dan Indonesia
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, atau ICMI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan bahwa BJ Habibie merupakan salah satu sosok yang sangat mencintai Indonesia. Kecintaan, suami alamarhum hasri Ainum Besari, terhadap Indonesia terbukti Habibie tetap memikirkan keadaan negara meksipun dalam keadaan sakit.

“Meskipun dalam keadaan sakit sekalipun beliau terus memikirkan Indonesia. Dan itu bukan hanya sekali, bahkan saat ia masih di Jerman. Dulu, ia sakit dan dimasukan keruang jenazah, karna sudah parah sekali dan diduga meninggal di keruang jenazah. Tapi ternyata ia masih hidup. Pas ia bangun, ia langsung nulis puisi. Dan puisinya itu tentang Indonesia, tentang ibu pertiwi. Jadi, kecintaan pada Indonesia itu harus jadi inspirasi bagi kita generasi sekarang,” ujarnya kepada siaran pers yang diterima HIDAYATUNA.COM, Kamis (13/9/2019).

BJ Habibie memang selalu memikirkan tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia. Salah satunya peningkatan SDM yang dibarengi dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ). Saat ia berkunjung ke RSPAD, habibie berpesan khusus kepada dirinya tentang demokrasi. Menurut Habibie proses peningkatan demokrasi di Indonesia belum selesai, ia pun meminta demokrasi di Indonesia untuk terus dirawat.

“Beliau selalu mengatakan bahwa beliau sebagai tokoh teknologi sudah biasa, tapi impian dia tentang demokrasi itu penting sekali. Impian beliau adalah kualitas demokrasi kita, demokrasi berkualitas, berintegritas ini masih belum selesai, meminta untuk terus dirawat. Itu impian yang terus menerus diingatkan kepada kita,” kenangnya.

Pada masa kepemimpinannya, Habibie telah melakukan beberapa kebijakan dalam demokrasi. Seperti pembuatan undang-undang (UU) untuk kebebasan pers, hingga menjadikan Bank Indonesia (BI) dan kejaksaan menjadi independen.

Bahkah, Ketua Umum ICMI itu mengenang saat BJ Habibie diundang oleh Edorgan yang saat itu masih menjabat sebagai Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI-nya) Turki untuk memberikan ceramah di salah stadion sepakbola yang ada di Turki dalam rangka ulang tahun KNPI-nya Turki.

“Sepanjang jalan menuju lapangan bola, nama Habibie diteriakkan anak-anak muda. Jadi dia tokoh mendunia. Apa sebabnya? Di dunia Islam khususnya IPTEK belum terlalu berkembang. Beda dengan dunia Barat. Maka ketika ada seorang muslim, seorang profesor doktor bisa menguasai industri pesawat terbang di Jerman itu kebanggaan,” ungkapnya.

Kepergian Habibie sebagai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia maupun dunia Islam. “Kita kehilangan, dunia Islam kehilangan,” pungkasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 1 =