Cerita Jenaka Abdul Mu’ti Tentang Kiai Memilih Menantu

 Cerita Jenaka Abdul Mu’ti Tentang Kiai Memilih Menantu

Abdul Mu’ti (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menceritakan kisah jenaka seorang Kiai saat memilih calon menantu.

Kisah tersebut diunggah Abdul Mu’ti melalui akun Instagramnya pribadinya @abe_mukti, dilansir Hidayatuna.com, Senin, 14 Agustus 2023.

“Ini cerita seorang Kiai yang menyeleksi calon menantu. Sang Kiai ingin memastikan sang menantu memiliki kemampuan membaca Alquran dan ilmu agama,” tulis Abdul Mu’ti.

Bagaimana kisah jenaka tersebut? Simak cerita lengkapnya di bawah ini:

Di rumah Kiai datanglah tiga orang pemuda: Ahmad Kautsar, Khairul Anas, dan Ali Imran. Untuk memastikan para calon menantu memahami Alquran dia meminta masing-masing membaca dan menjelaskan Alquran.

Pertama dipanggil Saudara Kautsar. “Coba anda baca dan jelaskan Surat al-Kautsar.” Tanpa kesulitan Saudara Kautsar mampu membaca dan menjelaskan dengan lancar.

Berikutnya dipanggil Saudara Anas. Perintahnya sama. “Silakan anda baca dan jelaskan Surat an-Nas.” Saudara Anas dapat memenuhi permintaan dengan baik. Sang Kiai terlihat puas dengan kemampuan Anas.

Mengetahui test untuk Kautsar dan Anas, Ali Imran mulai lemas. Semua diminta membaca dan menjelaskan surat di Alquran yang sesuai dengan namanya. Kautsar, Surat al-Kautsar. Anas, Surat an-Annas. Semua surat pendek. Ali khawatir diminta membaca dan menjelaskan Surat Ali Imran. Sangat panjang. Ali Imran: 200 ayat. Al-Kautsar: 3 ayat. An-Naas: 6 ayat.

“Saudara Ali kesini. Bisa baca dan paham Alquran?” Tanya Kiai.

“Insya Allah kiai.” Jawab Ali gemetar.

“Siapa nama lengkap kamu?” Tanya kiai penuh wibawa.

Dengan gugup campur takut, buru-buru Ali menjawab: ” Nama lengkap saya Ali Imran Ibnu Natsir. Tapi, teman-teman saya biasa memanggil Ibnu Natsir.”

Dengan jawaban itu dia berharap diminta membaca dan menjelaskan Surat al-Nashr. Pendek. Hanya 3 ayat.

“Baik. Kalau begitu kamu baca Surat Ali Imran dan Surat an-Nashr.” Pinta kiai sambil menatap wajah Ali Imran.

Ali kaget. Dan hanya diam seribu bahasa. Berharap diminta membaca Surat an-Nashr yang pendek, ini malah diminta baca dua surat sekaligus. Berat amat bisa dapat anak kiai. Hehe. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *