CAIR Ungkap Daftar Pantauan FBI Mayoritas Nama-Nama Muslim

 CAIR Ungkap Daftar Pantauan FBI Mayoritas Nama-Nama Muslim

Sebuah Masjid di Prancis Diserang Pelaku Pembakaran Saat Sholat Jamaah Berlangsung (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) pada 12 Juni 2023 merilis hasil laporan sejumlah orang yang masuk dalam daftar pantauan FBI.

Dalam laporan bertajuk ‘Puluh Tahun Terlalu Banyak, Seruan untuk Menghentikan Daftar Pantauan Rahasia FBI’ itu, CAIR menemukan mayoritas orang yang manjadi target FBI, mayoritas berafiliasi dengan nama-nama muslim.

Ia mencotohkan misalnya nama Mohamed, Ali, dan Mahmoud. Temuan ini bermula setelah daftar FBI versi 2019 yang disebar seorang peretas Swiss secara daring.

Berdasarkan analisis CAIR secara komprehensif terhadap lebih dari 1,5 juta entri.

“Lebih dari 350 ribu entri termasuk beberapa transliterasi dari Mohamed atau Ali atau Mahmoud dan 50 nama yang paling sering muncul semuanya adalah nama Muslim,” ungkap laporan CAIR dilansir dari Republika, Rabu (14/6/2023).

CAIR menyebutkan bahwa dari entri daftar pantauan FBI, pihaknya melakukan ulasan, dan ditemukan sekitar lebih dari 1,47 juta entri tersebut, 98 persen nama berafiliasi dengan nama-nama Muslim.

Dengan temuan itu, CAIR mengaku khawatir, meski bermula untuk menarget nama-nama yang dicurigai terlibat terorisme, namun hal itu bisa berpotensi disalah gunakan untuk menyasar warga AS yang beragama Islam.

“Dengan terangkatnya kabut Perang Melawan Teror, daftar rahasia FBI suatu hari akan menemukan target baru. Target selanjutnya adalah sesama warga Amerika, dan laporan ini dimaksudkan sebagai peringatan kepada mereka,” sambungnya.

Sebagai informasi, laporan CAIR ini merinci penggunaan database berdasarkan penyaringan terorisme oleh FBI yang disebut menargetkan Muslim. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *