Zaman Digital, Bolehkah Membawa Ponsel Berisi Alquran di Toilet?

 Zaman Digital, Bolehkah Membawa Ponsel Berisi Alquran di Toilet?

Alquran Digital (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Tidak diragukan lagi bahwa pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi yang semakin meningkat kita bisa membuat hal yang awalnya sulit menjadi lebih mudah. Seperti halnya dulu apabila kita ingin memberi kabar kepada sanak saudara kita di tempat jauh maka haru menulis surat.

Surat itu pun tidak dapat langsung bsa kita terima dan baca seketika itu juga. Artinya membutuhkan waktu yang lumayan lama bisa 2 hari, bahakan sampai bisa berhari-hari apabila kerabat kita bertempat di daerah yang jauh. Semua itu di zaman sekarang sudah tidak berlaku karena dengan ada ponsel yang memudahkan kita untuk memberi kabar.

Seiring berkembangnya zaman ponsel tidak hanya bisa digunakan untuk memberi kabar saja. Baik melalui SMS ataupun dengan panggilan suara, akan tetapi sekarang kita juga sudah bisa melihat wajah dari orang yang kita telepon dan juga bisa saling mengirimkan gambar ataupun video.

Ponsel di zaman ini memanglah sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah. Misalnya masalah kantor ataupun lainnya, sebab di dalam ponsel sendiri sekarang banyak aplikasi pendukung baik Ms Word, ataupun lainnya juga.

Bukan hanya itu saja majunya peradaban manusia juga membuat ponsel menjadi sebuah yang sudah menjadi kebutuhan primer bagi seorang manusia. Pada saat bangun di pagi hari yang pertama dicari adalah ponsel, kemana-mana sekarang juga membawa ponsel. Bahkan sampai mau ke toilet juga ponseltidak akan ketinggalan.

Lalu apakah boleh membawa ponsel yang mana di dalamnya terdapat aplikasi Alquran digital? Allah SWT. memerintahkan hambanya supaya menghormati kalimat-kalimat yang mengandung zikir dan asma-Nya.

Aplikasi Alquran Berbeda dengan Mushaf

Rasulullah Saw sendiri, juga menunjukan kepada kita supaya menhormati kalimat-kalimat Allah. Dalam suatu kisah Rasulullah sedang buang hajat, lalu salah seorang sahabat mengucapkan salam kepada beliau namun beliau tidak menjawabnya.

Baru setelah beliau setelah bersuci dan berwudhu beliau menjawab salam sahabt itu dan berkata: “Aku tidak menyukai menyebut nama Allah, kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Bukan hanya itu saja  dalam suatu riwayat juga di jelaskan:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ نَزَعَ خَاتَمَهُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim dari Sa’id bin Amir dari Hammam dari Ibnu Juraij dari Az Zuhri dari Anas ia berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam WC, beliau melepas cincinnya.”

Anas bin Malik juga menjelaskan bahwa di cincin Rasulullah Saw terdapat ukiran “Muhammad Rasulullah” (HR. Bukhori no. 5872). Artinya untuk kasus membawa ponsel yang berisi Alquran digital di dalamnya itu boleh, akan tetapi hedaknya tidak membuka aplikasi tersebut pada saat di dalam toilet.

Hukum Alquran digital berbeda dengan mushaf biasa karenya sifatnya yang bisa disembunyikan. Aplikasi Alquran yang ada dalam ponsel hanyalah salah satu aplikasi dari banyaknya aplikasi/fitur yang ada di dalam ponsel.

Ulama mazhab Syafii Imam Ibnu Hajar al-Haitami mengisyaratkan bahwa barang yang di dalamnya terdapat ayat-ayat Alquran berbeda hukumya dengan mushaf. Dengan begitu beliau membolehkan menyentuh benda tersebut tanpa berwudhu. Misalnya menyentih kitab tafsir, majmuk, atau buku yang berisi tentang kumpulan doa dan tat cara untuk melakanakan  ibada salat.

Kholil Chusyairi

https://hidayatuna.com

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Reporter di Intis Pers

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four + 11 =