Yordania Dorong Pemulihan Status Quo Masjid Al-Aqsha

 Yordania Dorong Pemulihan Status Quo Masjid Al-Aqsha

Raja Yordania (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Yordania telah mengintensifkan upaya untuk mendorong Israel agar menghormati status quo bersejarah Masjid Al-Aqsha Yerusalem. Yordania juga mengingatkan untuk menghindari konfrontasi kekerasan yang dapat menimbulkan konflik yang lebih luas.

Hal itu disampaikan pejabat setempat dan diplomat Barat, Kamis (28/04). Dilansir dari Reuters, Jumat (29/04/2022), para pejabat petinggi Yordania mengatakan bahwa Yordania telah memberi tahu Washington. Bahwa mereka siap membahas soal al-Aqsha setelah akhir bulan suci Ramadhan minggu depan.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil negara pendudukan untuk mengembalikan kondisi di masjid seperti 22 tahun yang lalu. Yordania menuduh Israel telah mengubah pembatasan ibadah di masjid secara bertahap sejak tahun 2000.

“Upaya diplomatik baru adalah untuk mengatasi akar ketegangan dan memastikan bahwa masalah tidak meledak lagi,” kata seorang pejabat setempat yang meminta anonimitas.

Pejabat itu menambahkan bahwa Washington baru-baru ini diberi kertas yang “dengan jelas” menyatakan posisi Kerajaan Hashemite.

Bentrokan selama dua minggu terakhir antara warga Palestina dan polisi Israel bersenjata lengkap. Peristiwa yang terjadi di kompleks Masjidil Aqsha telah memicu kemarahan sebagian negara Arab dan Muslim.

Selain itu, berbagai kecaman masyarakat internasional terus bergumandang atas kebrutalan polisi Israel.

Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa proposal tidak termasuk mengadakan komite bersama dengan Israel. Hal itu mengenai tempat-tempat suci Muslim dan Kristen di Kota Tua Yerusalem yang diduduki.

Beberapa media Israel mengatakan itu, tetapi Yordania tidak mau mengakui peran formal seperti itu untuk Israel.

Keluarga kerajaan Yordania yang berkuasa memiliki hak perwalian hukum atas situs-situs Muslim dan Kristen di Yerusalem yang diduduki.

Pihak kerajaan mengklaim bahwa pada tahun 2000 Israel telah merusak tradisi berabad-abad di mana non-Muslim tidak beribadah di kompleks masjid.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa Amman mengatakan kepada Washington. Bahwa Israel harus mengakhiri pembatasan kepegawaian administrasi wakaf agama Yordania dan membiarkannya mengatur semua kunjungan non-Muslim. Serta mencegah mereka beribadah di masjid.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine + sixteen =