Yenny Wahid: Persamaan Semangat Juang Presiden Ketiga dan Keempat

 Yenny Wahid: Persamaan Semangat Juang Presiden Ketiga dan Keempat
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Usai pemakaman Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019) lalu, Yenny Wahid mengatakan bahwa Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gusdur) memiliki ciri khas yang sama dan sering bertukar pikiran semasa hidupnya. Ia mengetahui hal itu ketika mendampingi sang Ayah saat berkunjung ke kediaman BJ Habibie.

“Saat beliau berdialog, saya melihat bahwa beliau nyambung; dua-duanya nyambung jika berbicara. Mereka sangat bersemangat dalam mengusung reformasi, demokrasi, punya titik temu di sana. Beliau-beliau sama-sama memiliki komitmen untuk memberikan kebebasan berpendapat, seluas-luasnya, dan membuka ruang demokrasi sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia pada saat itu. Meskipun beliau-beliau menjadi korban dari demokrasi itu sendiri. Artinya beliau berdua menjadi korban dikritik, disalahpahami, dan sebagainya. Tetapi ikhlas menjalaninya. Ini adalah ciri dari seorang negarawan,” kenangnya seperti yang dikutip HIDAYATUNA.COM dalam Tirto.id, Sabtu (14/9/2019).

BJ Habibie sangat pantas sekali menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia. Dan itu terbukti dengan sikap Habibie yang sangat mencintai istrinya, Hasri Ainun Besari, sampai akhir hayatnya. Bahkan terus berkunjung secara rutin ke makam istrinya. BJ Habibie begitu mencintai profesi yang dijalaninya sebagai seorang ilmuwan. Dan, banyak sekali penemuannya yang ia kontribusikan kepada Indonesia maupun dunia.

“Sampai sekarang teknologi yang ditemukan Pak Habibie dipakai oleh banyak perusahaan pesawat terbang. Beliau tidak merasa harus perlu penemuannya bisa dipatenkan, yang paling penting teknologinya bisa membantu umat manusia,” paparnya.

Di sisi lain, Yenny Wahid menceritakan terakhir kali bertemu dengan BJ Habibie yang pada saat itu BJ Habibie kebetulan tengah berkunjung ke kediamannya dan baru pulang dari rumah sakit.

“Beliau banyak memberikan wejangan tentang sebauah konsep dari doa sebagai sebuah bentuk dari quantum fisik. Menurut saya itu luar biasa sekali. Beliau memang telaga ilmu yang luar biasa, kita menyelam pun tidak ada batasnya,” ujarnya.

Ia sangat bersyukur, sebelum BJ Habibie wafat, ia sempat menjenguknya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sixteen + 5 =