Cancel Preloader

Yayasan Zakat Inggris Ungkap Permintaan Bantuan Meningkat Pasca Covid

 Yayasan Zakat Inggris Ungkap Permintaan Bantuan Meningkat Pasca Covid

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Memberikan dukungan kepada komunitas selama pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi banyak badan amal dan kelompok di Inggris. Dengan lebih banyak orang kehilangan pekerjaan, permintaan bantuan telah melonjak dua kali lipat dalam setahun terakhir.

Hal ini diungkapkan oleh Yayasan Zakat Inggris (National Zakat Foundation/NZF) dalam laporan terbarunya. Menurut Evening Express, badan amal ini telah menerima 19.244 permintaan bantuan keuangan pada tahun 2020, lebih dari 2,5 kali lipat dari 7.348 aplikasi pada tahun 2019.

Selain itu, organisasi tersebut mendistribusikan hibah sebesar £ 3,8 juta, naik 27% dari tahun sebelumnya. Islamic Relief memberi NZF £ 200.000 untuk membantunya memenuhi permintaan yang meningkat setelah meminta dana.

“Bersama-sama kita harus memastikan bahwa tidak ada Muslim yang membutuhkan bantuan harus menunggu berbulan-bulan. Sebelum menerima dukungan karena kekurangan dana,” ungkap Yayasan Zakat tersebut dilansir dari About Islam, Jumat (26/2/2021).

Direktur Islamic Relief UK, Zia Salik mengatakan. Sepanjang pandemi pihaknya telah membantu orang-orang yang terkena dampak Covid-19 di beberapa negara termiskin di dunia.

“Kami dapat melihat bahwa orang-orang di negara ini sangat membutuhkan,” ujar Salik.

Menurutnya banyak sekali orang yang tidak mampu makan, membayar sewa, pakaian sendiri atau menghangatkan rumah mereka. Ini benar-benar darurat dan kami tidak punya waktu untuk menunggu untuk menanggapi kebutuhan ini.

“Tidak ada organisasi seperti NZF yang dapat segera mendistribusikan uang tunai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan cara yang kuat dan bertanggung jawab dan kami berterima kasih kepada mereka karena telah mengizinkan kami untuk dapat menanggapi ribuan Muslim yang membutuhkan,” tegasnya.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 + 7 =