Cancel Preloader

Yaman Akan Terima Bantuan 114 Juta Dollar Dari Uni Eropa

 Yaman Akan Terima Bantuan 114 Juta Dollar Dari Uni Eropa

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dana bantuan kemanusiaan sebesar EUR95 juta (USD114 juta) akan disumbangkan oleh Uni Eropa kepada Yaman. Hal ini disampaikan otoritas terkait Uni Eropa pada Senin (1/3) kemarin.

Di mana Uni Eropa mengumumkan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan tersebut kepada ke Yaman sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Yaman yang sedang dilanda kesusahan.

“Bantuan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak untuk rakyat Yaman. Di tengah kekurangan gizi anak yang mencapai rekor tertinggi,” tulis laporan tersebut dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (2/3/2021).

Selain untuk membantu mengatasi gizi buruk pada anak-anak di Yaman, bantuan itu juga ditujukan untuk menangani ancaman kelaparan warga Yaman.

Disebutkan laporan tersebut bahwa saat ini terdapat dua juta anak dan satu juta wanita hamil yang sedang menderita kekurangan gizi akut di negara yang dilanda perang itu.

Jumlah orang yang terpapar kelaparan di Yaman diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada paruh pertama 2021 dari 16.500 saat ini menjadi 47.000 jiwa.

Menanggapi rencana pemberian bantuan ini, Komisaris Uni Eropa untuk Manajemen Krisis Janez Lenarcic mengatakan. Bahwa bantuan dana dari Uni Eropa yang baru akan sangat penting dalam penyelamatan jiwa bagi jutaan orang di Yaman.

“(Mereka) kelelahan akibat bencana pertempuran, Covid-19 dan keruntuhan ekonomi parah,” ujar Lenarcic.

Pejabat Uni Eropa juga mendesak pihak-pihak yang berkonflik di Yaman untuk memfasilitasi akses organisasi kemanusiaan terhadap mereka yang paling membutuhkan dan menghindari penderitaan sipil lebih lanjut.

Yaman berada dalam kekerasan dan kekacauan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar negara. Termasuk ibu kota, Sanaa, dan memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi untuk meninggalkan negara itu pada tahun berikutnya.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali kekuasaan teritorial Houthi.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + six =