KabarKabar Unggulan

Warga Muslim Prancis Gelisah Atas RUU Baru Separatisme

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Prancis tengah menggodok Rancangan Undang Undang (RUU) baru tentang memerangi kelompok separatis. RUU ini bisa menjadi momentum secara permanen untuk memastikan Prancis tetap menjadi Prancis, tanpa identitas yang terikat budaya atau etnis tambahan.

Meski mendapat dukungan dari kelompok konservatif kanan dan kiri, RUU ini justru menimbulkan kekhawatiran bagi nasib kelompok muslim di negara tersebut.

Sejumlah tokoh umat muslim di Prancis bereaksi atas RUU tersebut. Mereka mengkritisi istilah samar dari separatisme yang dimaksud pemerintah.

Selain itu, RUU kali ini dinilai bisa meningkatkan pelecehan atau penyalahgunaan terhadap umat Islam di Prancis. Hal ini sebagaimana disampaikan ulama besar Prancis, Chemseddine Hafiz.

Ia menyoroti pemaknaan separatis yang dipakai secara tidak fair dengan dituduhkan kepada kelompok umat Islam di negara tersebut.

Dilansir dari Republika, Ahad (27/9/2020), Presiden Dewan Ibadah Muslim Prancis, Muhammed Moussaoui, mengatakan mereka akan menentang setiap kebijakan dalam RUU tersebut yang sengaja dipakai untuk menyasar warga muslim Prancis.

Semetara itu, Kepala Masjid Lyon, Kamel Kabtane, juga mengatakan hal serupa. Dirinya mengaku merasa khawatir dengan RUU tersebut, mengingat RUU itu tendensius.

Kabtane merasa terusik dengan gagasan separatisme tersebut. Ia menekankan umat Islam tidak ingin memecah belah, melainkan ingin berintegrasi.

“RUU yang disiapkan oleh pemerintahan Macron akan secara langsung menargetkan Muslim atas nama memerangi politik Islam,” kata Kabtane.

Sebagai informasi, keberadaan RUU ini tidak lepas dari peran Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang selama bertahun-tahun selalu menekankan pada Islam Prancis. (Hidayatuna/MK)

Baca Juga :  Pertanyaan dan Jawaban terkait Lomba Cover Shalawat
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close