Kabar Daerah

Wagub Uu Bentuk Majelis Masyayikh Tanggapi Isu Ada yang Pesantren Melenceng

HIDAYATUNA.COM, Bandung – Adanya informasi terkait adanya pondok pesantren di Jawa Barat yang melenceng dari visi misi berdirinya pesantren segera ditindaklanjuti oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Wagub Uu mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi bersama sejumlah ulama pengurus dan petinggi pondok pesantren di Jawa Barat dalam sebuah pertemuan virtual. Pertemuan tersebut menurutnya membahas tentang pembentukan Majelis Masyayikh.

“Dengan majelis ini juga memberikan masukan dan arahan kepada ponpes yang sedikit melenceng atau tidak sesuai harapan ponpes yang sudah diprakarasi oleh kyai puluhan bahkan ratusan tahun silam,” ujar Uu, di Bandung, Senin (29/6/20).

Sebelumnya kabar tentang adanya pesntren yang melenceng disapaikan oleh beberapa petinggi pondok pesantren di wilayah Jawa Barat. Uu sendiri belum memaparkan secara rinci bentuk tindakan atau pun peraturan sehingga pesantren disebut melenceng.

Sebagai contoh semisal ada pesantren yang dikenal dengan biaya yang mahal, bahkan pihak pesantren mematok biaya besar untuk santri yang baru mendaftar dan akan masuk. Hal demikian dikatakan Uu memiliki tujuan ekonomi dan lainnya.

Namun, Uu menegaskan, dalam mendirikan ponpes ada tiga hal yang harus diutamakan.

Pertama, pesantren harus bisa mencetak orang takwa.

Kedua, pesantren juga harus bisa menghasilkan pemimpin bagi orang yang takwa.

“Dan yang paling utama adalah mampu menyampaikan ilmunya ke masyarakat baik yang sifatnya duniawi dan akhirat,” kata Uu.

Dengan adanya Majelis Masyayikh, Uu memastikan para kyai atau ulama para petinggi di pondok pesantren yang telah lama berdiri di Jabar bisa memberikan masukan kepada ponpes lainnya. Selama ini, para pesantren memiliki perbedaan tersendiri dalam beberapa hal, dan itu yang coba dipecahkan majelis ini.

Baca Juga :  Kuatkan Ukhuwah, Masyarakat NTB: Deklarasi Anti Radikalisme

“Harapan dari Kyai adalah adanya persatuan dan kesatuan. Ada komunkasi pesantren di Jabar yang selama ini sedikit tersekat oleh almamater, ormal, atau sekat lainnya,” kata dia.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close