Viral Tagih Hutang di Instagram Kena UU ITE, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam ?

 Viral Tagih Hutang di Instagram Kena UU ITE, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam ?

Viral Tagih Utang di Instagram Kena UU ITE, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam ?

HIDAYATUNA.COM – Hutang piutang tidak jarang menghadirkan perselisihan di antara pihak yang berhutang dan pihak yang memberikan piutang.

Perselisihan akibat hutang kerap kali berakhir di meja hijau. Begitu pula dengan yang dialami oleh Febi Nur Amelia. Namun sebagai pihak yang memberikan piutang Febi justru harus berhadapan dengan hukum setelah dirinya menagih hutang melalui media sosial Instagram.

Kisah Febi Nur Amelia ini kemudian menjadi viral setelah dirinya banyak diberitakan media dan kemudian diviralkan lagi oleh cuitan seorang pengguna Twitter Agus Mulyadi @AgusMagelangan.

Dalam cuitannya, akun @AgusMagelangan menceritakan Febi Nur Amelia memberi Utang kepada kawannya. Nominalnya pun tidak sedikit karena mencapai Rp70 juta.

Namun, karena si peminjam sudah terlalu lama tidak membayar Utang dan sulit ditagih, maka Febi Nur Amelia menagihnya melalui media sosial Instagram.

Tidak terima akan hal tersebut, si peminjam kemudian melaporkan Febi dengan tutuhan pencemaran nama baik dan ia dijerat dengan Pasal 45 Ayat 3 Juntho Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ada orang ngutangin duit ke temennya. Bertahun-tahun berselang, belum juga dibayar. Yang ngutang ditagih susah, dihubungi nggak bisa, giliran yang ngasih pinjem duit terpaksa nagih lewat instagram, yang ngutang nggak terima lalu ngelaporin yang ngutangin. Ngeri betul ini UU ITE,” tulis @AgusMagelangan seperti dikutip dari akurat.co, Rabu (15/7/2020).

Tanggapan Netizen

Ada jg nih, ngutang tp gatau diri, ditagih alesan mulu, pas di tegasin eh bawa pasukan temen temennya wkwk, dih situ oke? smpe sekarang kalau inget masih mangkel anjerr wkwk dah deh bye skip gamau lg temenan sama orang begini,” tulis @yyyaqin.

“Iya bner. Yang galak tu si pengutang drpd tukang nagih sampe ku relain aja itu duitku. Tapu ketawa sih lihat dia foya foya sm org lain, gtw deh dia minjem duit syp lgi mls sm org kek gitu,” cuit @axceliaaa.

Cuitan tersebut sudah di-retweet dan dikomentari sebanyak 7,4 ribu dan mendapat 10,1 ribu like.

Lalu bagaimana hukum utang piutang dalam Islam?

Dalam agama Islam, utang piutang diperbolehkan dengan catatan ada ketentuan-ketentuan dan adab yang berlaku.

Di antaranya diperbolehkan berutang jika keadaan benar-benar terpaksa dan sudah pasti jika berutang hendaknya diiringi dengan niat yang kuat untuk mengembalikannya.

Jangan sampai seseorang berhutang sedangkan dia dalam keadaan mampu namun dia memaksakan berhutang pada rentenir yang dimana terdapat sistem bunga pada hutangnya.

Hutang yang di dasari pada sistem bunga untuk pembayaran dinamakan riba dan riba haram dalam Islam.

Bagaimana cara menagih utang yang dianjurkan Islam?

Dilansir dari NU Online, terdapat beberapa ketentuan yang patut diperhatikan terkait utang piutang. Utamanya berkaitan dengan penagihan utang.

Pertama, syariat bahkan tidak membolehkan pemberi utang menetapkan tenggat waktu kepada pengutang untuk membayar pinjamannya. Sebab, hal itu bertentangan dengan dasar pensyariatan utang meski dalam pandangan Mazhab Maliki dianggap wajar.

Syeikh Wahbah Az Zuhaily dalam kitab Al Fiqhul Al Islami wa Adillatuh bahkan secara tegas menyatakan tidak sah akad utang jika si pemberi utang menetapkan batas waktu pembayaran.

Kondisi demikian apabila si pengutang mampu membayar dan memiliki harta yang cukup. Tetapi, jika pengutang dalam keadaan tidak mampu untuk bayar utang maka pemberi utang diharamkan melakukan penagihan. Dia wajib menuunggu sampai pengutang dalam keadaan mampu.

Hal ini seperti difatwakan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Kuwait dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah.

” Dampak-dampak dari adanya utang adalah adanya hak menagih utang dan hak membayar utang. Dan disunahkan bersikap baik dalam menagih utang serta wajib menunggu orang yang dalam keadaan tidak mampu membayar sampai ketika ia mampu membayar utangnya, menurut kesepakatan para ulama.”

Selain itu menagih hutang harus dengan cara yang baik dan sopan.

Baca juga : Amalan Singkat di Hari Jumat untuk Melunaskan Hutang

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 + 15 =