Vaksin Covid-19 Apa Saja yang Haram? Ini Penjelasan MUI

 Vaksin Covid-19 Apa Saja yang Haram? Ini Penjelasan MUI

AS Salurkan Bantuan 1 Juta Vaksin ke Afghanistan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Penanggulangan terhadap pandemi Covid-19 terus digencarkan oleh pemerintah salah satunya melalui program vaksin. Dalam program ini, Indonesia menyetok sejumlah vaksin untuk disebarkan ke masyarakat luas.

Beberapa di antaranya ialah vaksin dengan produk Pfizer bagaimana hukum status kehalalan vaksin Pfizer? Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah melakukan Sertifikasi Halal pada empat produk vaksin.

Vaksin Sinovac dinyatakan halal oleh MUI untuk digunakan sebagai penanggulangan pandemi. Sedangkan vaksin produk AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer hingga saat ini masih haram namun MUI menyatakan bahwa penggunaan vaksin-vaksin tersebut tetap dibolehkan

Mengapa demikian? Hal itu didasarkan pada sejumlah alasan, di antaranya karena kondisi yang mendesak untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Juga adanya risiko fatal jika tidak dilakukan vaksinasi.

Disamping itu, ketersedian vaksin Covid yang halal tidak mencukupi juga menjadi penyebab kebolehannya. Pemerintah juga tidak mendapatkan keleluasaan untuk mendapatkan dan memilih vaksin Covid-19.

Dengan demikian, diputuskan bahwa ketiga produk vaksin di atas, termasuk Pfizer dibolehkan. Mengingat, apabila hendak melakukan proses sertifikasi halal untuk vaksin tersebut memang terbilang agak rumit dan panjang alurnya. Sebab, vaksin tersebut didapatkan pemerintah melalui jalur multilateral.

MUI menyampaikan, bahwa dalam menetapkan fatwa produk halal, pihaknya melakukannya berdasarkan pada tiga hal. Pertama, bahan baik bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong harus halal.

Kedua, proses produksi halal harus dijamin tidak terkontaminasi dengan najis. Ketiga, adanya sistem dalam perusahan yang menjamin kehalalan mulai dari hulu sampai hilir.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *