Utusan PBB Minta Genjatan Senjata di Yaman Dihentikan Selama Ramadhan

 Utusan PBB Minta Genjatan Senjata di Yaman Dihentikan Selama Ramadhan

Utusan PBB (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Utusan khusus PBB untuk Yaman mendesak pihak-pihak yang bertikai di negara itu untuk segera mengakhirinya. Ia menyerukan agar tidak ada genjatan senjata selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, bulan Ramadhan adalah bulan yang suci sehingga tidak sepantasnya dinodai dengan bertikaian.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk membungkam senjata dan mengizinkan orang Yaman. Untuk merayakan bulan Ramadhan dengan aman dan bermartabat,” kata Martin Griffiths dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (14/4/2021).

Griffiths berharap masyarakat Yaman bisa merayakan dan melaksanakan bulan Ramadhan tahun ini dengan penuh kedamaian dan penuh keberkahan.

“Saya berharap bulan suci refleksi dan welas asih ini akan memberikan kesempatan bagi kita semua untuk berkumpul bersama, memikirkan mereka yang menderita, dan mengatasi perbedaan kita,” ujarnya.

Sebagaimana informasi, Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014 silam. Ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sana’a.

Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi. Menurut perkiraan PBB, konflik di Yaman telah merenggut nyawa sedikitnya 233.000 orang, dengan jutaan lainnya menghadapi kelaparan dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 − six =