Usai Jadi Mualaf, Guru SMA di Jepang Kisahkan Perjalanan Spiritualnya

 Usai Jadi Mualaf, Guru SMA di Jepang Kisahkan Perjalanan Spiritualnya

Antara Islam dan Ilmu Pengetahuan: Review Buku Islam Sebagai Ilmu Karya Kuntowijoyo (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang perempaun yang merupakan guru SMA di Jepang, Saki Takao mengkisahkan bagaimana perjalanan spiritualnya menemukan Islam.

Kisah itu ia ungkap setelah dirinya mantap menjadi mualaf.

Dilansir dari About Islam, Selasa (6/6/2023), Takao bercerita tentang pertama kali mengenal Islam saat bertemu dengan seorang pria asal Turkmenistan di Taiwan.

Ia berbincang-bincang memakai bahasa Inggris dalam banyak kesempatan.

Keduanya membangun hubungan dekat, sebelum akhirnya sadar, seseorang tersebut adalah Muslim.

Setelah itu, Takao kembali ke Jepang melanjutkan studinya.

Dua tahun kemudian, di musim panas 2019, Takao memulai perjalanan seorang diri untuk bertemu Muslim.

Ia berkeliling ke negara-negara muslim, seperti Turki dan Indonesia. Di sana ia bertemu banyak orang baik di sepanjang jalan.

Sebelum akhirnya, dirinya ingin belajar lebih banyak tentang Islam dan Muslim.

Setelah lulus, Takao mulai bekerja sebagai guru bahasa Inggris di SMA di Osaka.

Ia berbicara tentang Islam di kelasnya, namun murid-muridnya mengasosiasikan Islam dengan “terorisme.”

“Kesan negatif dari sejumlah kecil orang tampaknya membayangi yang lainnya,” kata Takao.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang agamanya, Takao mulai mengunjungi masjid di lingkungannya untuk mempelajari lebih lanjut tentang agama tersebut.

Dia mencoba makanan halal dan bahkan berpartisipasi dalam puasa Ramadhan.

Takao menceritakan betapa beratnya menjadi guru SMA dengan status muslim. Meski demikian tak menyurutkan dirinya untuk tetap menjadi muslim yang taat.

Sebagai informasi, saat merayakan ulang tahunnya yang ke-26, Takao dengan mengenakan kimono merah muda, ia mengambil keputusan besar dengan menjadi seorang muslim.

Dikelilingi oleh 15 anggota keluarga dan teman, dia membacakan teks bahasa Arab Syahadat. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *