Unik! Muslim Kanada Sambut Ramadhan Pakai Pohon Berbentuk Bulan

 Unik! Muslim Kanada Sambut Ramadhan Pakai Pohon Berbentuk Bulan

Keistimewaan Ramadhan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Setiap muslim di berbagai belahan dunia memiliki caranya sendiri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satunya seperti yang dilakukan muslim Kanada.

Di mana mereka menyambut Ramadhan tahun ini dengan membuat pohon berbentuk bulan. Apa yang dilakukan muslim Kanada ini terbilang unik.

“Ini sebagian besar untuk anak-anak,” kata Assmaa Maita, yang membuat kalender Ramadhan dengan cokelat melalui halaman Facebook online-nya, Favor-It Boutique, CBC melaporkan.

“Mereka senang merayakannya tetapi ketika mereka melihat semua teman mereka yang lain merayakan dengan semua lampu dan dekorasi ini dan kemudian mereka tidak mendapatkan apa-apa untuk perayaan mereka, itu agak meredamnya,” sambung Maita.

“Jadi meningkatkan permainan hampir dalam membuat kalender Adven ini atau pohon-pohon itu atau apa pun secara umum, hanya membawa sedikit lebih banyak kegembiraan ke perayaan Idul Fitri dan Ramadhan.”

Ramadhan adalah bulan tersuci dalam kalender Islam. Itu akan dimulai tahun ini pada Selasa, 13 April.

Selama bulan Ramadhan, semua umat muslim yang dewasa yang tidak sakit atau sedang dalam perjalanan bepergian wajib melakukan puasa. Mereka dilarang makan, minum, merokok, dan seks mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Umat Islam mendedikasikan waktunya selama bulan suci untuk lebih dekat dengan Allah melalui doa, pengekangan diri, dan perbuatan baik.

Terkait dekorasi pohon berbentuk bulan ini telah menimbulkan perdebatan di kalangan muslim di Kanada. Hal ini dikarenakan dekorasi berbentuk pohon bulan disebut identik dengan agama Kristen.

“Ada beberapa pandangan yang terkait dengan teologi Kristen, keyakinan Kristen,” kata Imam Sadique Pathan dari Masjid Al-Rasyid.

“Ada sedikit perbedaan antara itu, ada orang yang berkata, ‘Nah, bukankah itu simbol yang terkait langsung dengan agama Kristen?’

Namun Imam Sadique menegaskan bahwa tidak ada yang bisa melihat cokelat atau kalender atau pohon dengan m

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 − eleven =