Umar Khayyam, Salah Satu Ilmuwan Muslim Paling Luar Biasa

 Umar Khayyam, Salah Satu Ilmuwan Muslim Paling Luar Biasa

Ilmuwan Muslim (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Google mencantumkan ilustrasi sosok Umar Khayyam di Google Doodles saat merayakan ulang tahun ke-971. Ini merupakan bentuk penghargaan Google kepada ilmuwan muslim yang juga dikenal dengan nama Omar Khayyam ini, atas warisan ilmu pengetahuannya.

Lantas apa yang mengagumkan dari sosok Umar Khayyam? Islam & Science dalam unggahannya di akun Twitter pribadinya menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah salah satu tokoh yang paling luar biasa dalam ilmu pengetahuan Islam.

“Banyak kisah tentang kecemerlangan matematikanya. Bahkan Google Doodles merayakan Ulang Tahun ke-971 Omar Khayyam,” tulis Islam & Science.

Dalam utasnya, Islam & Science menjelaskan bahwa pada tahun 1079, Umar Khayyam menghitung panjang tahun menjadi 365.24219858156 hari. Itu berarti dia keluar kurang dari tempat desimal keenam – sepersekian detik – dari angka yang kita miliki hari ini 365.242190, yang diturunkan dengan bantuan teleskop radio dan jam atom.

“Dalam demonstrasi yang sangat teatrikal yang melibatkan lilin dan bola dunia, dia dikatakan telah membuktikan kepada audiens yang termasuk teolog sufi al‑Ghazali bahwa bumi berputar pada porosnya,” jelasnya.

***

Matematikawan brilian Umar Khayyam menemukan solusi untuk semua tiga belas kemungkinan jenis persamaan kubik.

Omar Khayyam menyayangkan bahwa solusinya hanya dapat dikerjakan secara geometris daripada aljabar. “Kami telah mencoba mengerjakan akar-akar ini dengan aljabar, tetapi kami gagal”, katanya dengan sedih. “Namun, mungkin saja orang-orang yang mengejar kita akan berhasil,” jelasnya.

Sebagai informasi, Umar Khayyam memiliki nama lengkap Abu al-Fath Ghiyat al-Din Umar ibn Ibrahim al-Khayyam al-Nishapuri. Ia lahir di Nishapur, Persia (sekarang Iran) pada 10 Mei 1048 M.

“Nama Khayyam diambil dari pekerjaan ayahnya, Ibrahim, yaitu pembuat tenda (al-Khayyam). Ia hidup di era kekuasaan Dinasti Saljuk Abad ke-11,” tulis laporan Republika.

Kedalaman dan kecintaannya terhadap ilmu ia mulai semenjak kecil. Ia memulai mendalami ilmu dari gurunya, Imam Muwaffak, salah satu pendidik terkenal Khurasan. Pada saat itu, Khurasan adalah ibu kota Kerajaan Saljuk. Ia kemudian mengembara ke Balkhan. Berguru pada ilmuwan kondang, Syekh Muhammad Mansuri.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × three =