Sejarah Islam

Umar bin Khattab Ditusuk Saat Imami Salat Subuh

Hidayatuna.com – Umar bin Khattab ditusuk 3 kali. Saat itu Khalifah Umar bin Khattab sedang imami salat subuh.

Umar bin Khattab menjadi khalifah kedua setelah Khalifah Abu Bakar meninggal. Lalu kenapa Umar bin Khattab mendapat serangan penusukan?

Sebelum masuk Islam, khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai orang yang paling membenci Islam. Hingga hidayah Allah turunkan padanya. Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengar bacaan surat Thaha.

Masuknya Umar bin Khattab menjadi jawaban atas doa Rasulullkah Saw. Rasulullah selalu mendoakan Umar bin Khattab  di awal kenabiannya.

Khalifah Umar bin Khattab berbalik menjadi orang yang sangat membela Islam. Meski memiliki sifat yang keras, namun khalifah Umar bin Khattab memiliki hati yang amat lembut.

Namun di akhir hayatnya, khalifah Umar bin Khattab dibunuh saat mengimami salat subuh. Umar bin Khattab ditusuk hingga 3 kali oleh Abu Lu’luah. Seorang budak yang sangat fanatik.

Diriwayatkan oleh imam Bukhari, Umar bin khattab ditusuk di bagian ketika salat subuh.

Saat itu budak Majusi yang bernama Abu Lu’luah bersembunyi di kegelapan subuh. Ia menunggu Khalifah Umar bin Khattab di dekat masjid.

Kemudian datang Umar bin Khattab dan memasuki masjid. Khalifah Umar ra mulai membangunkan orang untuk mendirikan salat subuh berjemaah.

Ia mengumandangkan takbir. Lalu salatlah mereka dengan imam Umar bin Khattab sebagai imam.

Saat Khalifah Umar mulai melantunkan ayat suci, budak itu keluar dan dengan cepat menancapkan pisau yang mengenai dada Umar bin Khattab.

Tusukan kedua kembali dilayangkan ke perut Umar bin Khattab. Terakhir, budak itu menusukkan senjata ke bawah pusar Umar bin Khattab. Saat itulah Khalifah Umar ra terjatuh ke tanah.

Baca Juga :  Kontribusi Muslim Cina dalam Penyebaran Islam di Indonesia
Lalu apa yang diucapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab saat itu?

Khalifah Umar ra mengulang-ulang firman Allah,

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

“Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab ayat 38)

Imam salat kemudian digantikan oleh Abdurahman bin Auf. Ia maju menggantikan Umar bin Khattab untuk menyelesaikan salat subuh.

Seusai melukai Umar bin Khattab, budak tersebut berlari menerobos barisan salat makmum. Ia mengayunkan pisaunya ke kanan dan ke kiri. Beberapa Jemaah terkena pisau budak tersebut.

Sampai ia berhenti dengan menodongkan pisaunya. Kepada siapa pun yang mencoba mendekat, pasti diserangnya. Ketika salah seorang Jemaah melempar kain tebal kea rah budak tersebut, ia terhuyung.

Ia merasakan kaum muslimin pasti akans egera menangkapnya. Saat itu ia langsung menancapkan pisau itu ke tubuhnya sendiri. Umar bin Khattab kemudian dibawa ke rumahnya.

Orang-orang yang menunggunya menangis. Khalifah Umar bin Khattab pingsan. Hingga matahari terbit Khalifah Umar ra baru sadar. Apa yang pertama kali ia katakana?

“Apakah manusia sudah salat?” begitu ucapnya.

Serentak orang-orang menjawab, “Sudah”.

Umar bin Khattab mengucap puji bagi Allah. Khalifah Umar ra berseru, “Sesungguhnya tak dianggap Islam orang yang meninggalkan salat.”

Darah terus mengaliri Umar bin Khattab setelah upaya penyerangan itu. Hingga Khalifah Umat menghadapi sakaratul maut. Khalifah Umar menjadi 1 dari 10 sahabat nabi yang dijanjikan surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close