Tuntunan Rasulullah dalam Memilih Calon Menantu

 Tuntunan Rasulullah dalam Memilih Calon Menantu

Tuntunan Rasulullah dalam memilih menantu (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Menjadi orangtua bukan hanya berkewajiban mendidik dan menafkahi anak, tetapi juga memilih calon menantu yang akan menjadi pasangan hidup sang anak. Rasulullah Saw telah memberikan tuntunan dalam memilih calon menantu.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang tuntunan Nabi memilih calon menantu sebagai berikut:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺇﺫا ﺧﻄﺐ ﺇﻟﻴﻜﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺧﻠﻘﻪ ﻓﺰﻭﺟﻮﻩ، ﺇﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮا ﺗﻜﻦ ﻓﺘﻨﺔ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ، ﻭﻓﺴﺎﺩ ﻋﺮﻳﺾ»

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang datang melamar yang engkau setuju dengan agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah. Jika tidak, maka akan ada fitnah di bumi dan petaka panjang.” (HR Tirmidzi no 1084)

Rasulullah Saw bersabda,

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ،

إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika datang kepadamu seorang pelamar putrimu yang kamu ridhoi akhlaknya dan agamanya maka nikahkanlah dia. Jika kamu tidak melakukannya akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Ibni Majah: 1601]

Dalam hadis yang mulia ini terkandung perintah memperhatikan dua perkara terpenting dalam memilih menantu di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Kemuliaan akhlak

Sebab akhlak yang baik termasuk faktor terbesar langgengnya rumah tangga dan baiknya hubungan antara dua keluarga besar suami dan istri.

  • Kebaikan agama

Kebaikan ini berupa ketakwaan, kelurusan aqidah dan keselamatan manhaj dari berbagai penyimpangan.

  • Istiqomah di atas sunah

  • Menjauhi syirik, bid’ah dan maksiat

Keharusan bagi wali untuk menikahkannya apabila laki-laki yang melamarnya adalah orang salih dan ia pun menyukainya. Jika ia tidak suka karena pertimbangan fisik dan harta, maka tidak boleh memaksanya untuk dinikahkan dengan laki-laki tersebut.

Sebagaimana wali juga harus menolak laki-laki yang buruk agama dan akhlaknya, walau anak mereka menyukainya. Hendaklah dicarikan gantinya yang lebih baik.

Tuntunan Rasulullah dalam memilih calon menantu ini dapat menjadi sumber kebahagiaan rumah tangga anak. Dengan begitu, maka keluarga yang sakinah akan mudah diraih oleh setiap pasangan. Wallau’alam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *