Tugas MUI, Kiai Ma’ruf: Harus Kembali Memperbaiki Umat

 Tugas MUI, Kiai Ma’ruf: Harus Kembali Memperbaiki Umat

Kiai Ma’ruf Amin (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin mengingatkan akan peran dan tugas utama MUI. Menurutnya tugas utama MUI saat ini adalah harus kembali memperbaiki umat.

Pasalnya lanjut dia, MUI memiliki peran sebagai pelayan umat. Oleh karena itu, perbaikan umat menjadi hal paling mendasar saat ini yang perlu dilakukan MUI.

Mulai dari memperbaiki umat, akidah, ibadah dan muamalah serta akhlak. Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf sapaan KH Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Silaturahim dan Halalbihalal Nasional MUI via virtual, Rabu (9/6) kemarin.

“Kita jadikan momentum (halal bihalal) untuk melakukan penilaian kembali dan kita harus kembali pada tugas utama kita. Yaitu ishlahul ummah,” ujar Kiai Ma’ruf dikutip Kamis (10/6/2021).

Ia menambahkan bahwa tugas utama MUI tersebut menurutnya perlu dioptimalkan secara lebih baik lagi. Salah satunya, dengan memperbaiki niat dan gerakannya.

Ia menekankan agar dalam perbaikan umat, niat, dan tujuannya didasari keridhaan Allah SWT. “Tugas kita tidak mencari kehormatan, bukan juga mencari kekuasaan, melainkan melakukan perbaikan dengan niat mencari keridhaan,” jelasnya.

Menurutnya kemuliaan dan kekuasaan itu adalah langkah ketuhanan. Itu pemberian Tuhan kepada mereka yang berjuang dengan sungguh mencari keridhaan.

Dia mencontohkan kemuliaan dan kekuasaan yang didapat oleh umat Islam pada zaman Rasulullah SAW maupun para sahabat nabi. Itu merupakan buah dari perjuangan umat Islam pada saat itu yang diberikan Allah SWT.

“Itu adalah pemberian Tuhan karena mereka berjuang dengan sungguh-sungguh mencari keridhaan Allah SWT dan itu memang janji Allah. Seperti disebutkan dalam banyak ayat yang menyatakan itu,” sambungnya.

Oleh karena itu, jika umat menginginkan kemuliaan untuk bangsa Indonesia. Para ulama perlu menyatukan barisan dan membangun ukhuwah Islamiyah untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eight + 8 =