Tsumamah bin Utsal, Mualaf yang Sempat Diadili Nabi Saw

 Tsumamah bin Utsal, Mualaf yang Sempat Diadili Nabi Saw

Nabi Muhammad SAW (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Pemuda yang bernama Tsumamah bin Utsal menjadi mualaf setelah mengetahui sifat pemaaf Nabi Muhammad Saw. Dikisahkan, seorang pemuda kafir ditangkap dan ditanyai oleh Nabi Muhammad Saw.

Dalam menjawab pertanyaan Nabi Saw, ia begitu konsisten dan berbudi baik. Kebaikan yang dimilikinya itulah yang membuatnya dimaafkan dan dilepaskan oleh Nabi Saw mendapat hukuman pengadilan Nabi Saw.

حَدَّثَنَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ 

بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْلًا قِبَلَ نَجْدٍ فَجَاءَتْ بِرَجُلٍ مِنْ بَنِي حَنِيفَةَ يُقَالُ لَهُ ثُمَامَةُ بْنُ أُثَالٍ سَيِّدُ أَهْلِ الْيَمَامَةِ فَرَبَطُوهُ بِسَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَاذَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ قَالَ عِنْدِي يَا مُحَمَّدُ خَيْرٌ إِنْ تَقْتُلْ تَقْتُلْ ذَا دَمٍ وَإِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ تُعْطَ مِنْهُ مَا شِئْتَ فَتَرَكَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كَانَ الْغَدُ ثُمَّ قَالَ لَهُ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ فَأَعَادَ مِثْلَ هَذَا الْكَلَامِ فَتَرَكَهُ حَتَّى كَانَ بَعْدَ الْغَدِ فَذَكَرَ مِثْلَ هَذَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْلِقُوا ثُمَامَةَ فَانْطَلَقَ إِلَى نَخْلٍ قَرِيبٍ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ فِيهِ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَسَاقَ الْحَدِيثَ قَالَ عِيسَى أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ وَقَالَ ذَا ذِمٍّ 

Dari Abu Hurairah, “Rasulullah mengutus rombongan berkuda menuju Najd. Kemudian mereka datang dengan membawa seseorang dari Bani Hunaifah yang bernama Tsumamah ibn Utsal, seorang pemuka pen duduk Yamamah. Mereka mengikatnya di salah satu pilar masjid.

Rasulullah menemuinya dan berkata “Apa yang ada padamu, wahai Tsumamah?” Dia berkata, “Aku memiliki kebaikan, wahai Muhammad. Jika engkau membunuh, berarti engkau membunuh orang yang pantas dibunuh. Jika engkau memberi, maka engkau memberi kepada orang yang bersyukur. Jika engkau menginginkan harta, mintalah, niscaya engkau akan diberi sesuai keinginanmu.” Lalu Rasulullah membiarkannya sampai esok hari.

***

Rasulullah bertanya lagi, “Apa yang ada padamu, wahai Tsumamah?” Dia menjawab, “Aku memiliki apa yang telah aku katakan kepadamu, jika engkau memberi, maka engkau memberi kepada orang yang bersyukur. Jika engkau membunuh, berarti engkau membunuh orang yang pantas di bunuh. Jika engkau menginginkan harta, mintalah, niscaya engkau akan diberi sesuai keinginanmu.”

Lalu Rasulullah membiarkannya sampai esok hari, seperti sebelumnya. Rasulullah bertanya lagi, “Apa yang ada padamu, wahai Tsumamah?” Dia menjawab, “Aku memiliki apa yang telah aku katakan, jika engkau memberi, maka engkau memberi kepada orang yang bersyukur. Jika engkau membunuh, berarti engkau membunuh orang yang pantas dibunuh, Jika engkau menginginkan uang, mintalah  niscaya engkau akan diberi sesuai keinginanmu.”

Rasulullulah lalu memerintahkan, “Bebaskan Tsumamah!”

***

Setelah itu, Tsumamah pergi ke kebun kurma dekat masjid dan mandi. Kemudian dia masuk ke masjid dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hambaNya dan utusan-Nya. Wahai Muhammad, demi Allah, dulu, tidak ada wajah di bumi ini yang lebih aku benci daripada wajahmu. Kini wajahmu adalah wajah yang paling aku cinta daripada semua wajah. Tidak ada agama di bumi ini yang paling aku benci lebih dari agamamu.  

Kini agamamu adalah agama yang paling aku cinta dari semua agama. Tidak ada kampung di bumi ini yang paling aku benci lebih dari kampungmu. Kini kampungmu adalah kampung yang paling aku cinta dari semua kampung. Pasukan berkudamu telah membawaku dan aku ingin melaksanakan umrah. Bagaimana pendapatmu? “Rasulullah memberinya kabar gembira dan menyuruhnya melakukan umrah. Ketika dia sampai di Mekah, seseorang berkata kepadanya, “Apakah engkau telah meninggalkan agama lamamu?” Dia menjawab, “Tidak.”

Tsumamah mengatakan  tidak karena menurutnya menyembah berhala bukanlah agama. Jadi dia meninggalkan menyembah berhala berarti bukan meninggalkan agama. 

Tetapi aku telah masuk Islam bersama Rasulullah dan aku tidak akan kembali menyembah berhala. Demi Allah, setiap satu biji gandum pun yang datang dari Yamamah kepada kalian, harus mendapatkan izin dari Rasulullah.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6 + fifteen =