Tips Menjadi Orang Bahagia di Masa Pandemi

 Tips Menjadi Orang Bahagia di Masa Pandemi

Keseimbangan iman, imun dan aman di masa pandemi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Semua orang berusaha agar hidupnya bahagia. Semua orang berusaha bebas dari segala hal yang menyusahkan setiap saat. Bahkan, banyak orang yang bekerja dan berdoa agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Di tengah naiknya status pandemi Covid-19 akhir-akhir ini, banyak orang merasa susah mencari kebahagian itu. Bagaimana tidak, tempat ibadah ditutup, belum lagi kantor atau tempat bekerja lainnya ikut terdampak dengan alasan mengurangi jumlah kasus paparan virus Corona.

Lapangan pekerjaan serba rumit dicari karena banyak yang ditutup. Lantas, orang-orang lebih banyak mengeluh, susah, sedih, dan banyak berita kematian setiap hari. Seolah-olah, kebahagian dunia dan akhirat jauh dari jangkauan.

Teringat sebuah wasiat Nabi Muhammad Saw. kepada sahabat Ali r.a. Beliau bersabda, “Tanda-tanda orang bahagia itu ada tiga, yaitu makanan yang mengenyangkan bersumber dari harta yang halal, suka berkumpul dengan ulama, dan melaksanakan salat lima waktu dengan berjemaah.”

Kiat Bahagia Menghadapi Pandemi

1. Mencari Rezeki yang Halal

Kita wajib bersyukur karena rezeki sudah diatur oleh Allah, tugas seorang hamba adalah mencari yang halal dan baik. Bekerja keras untuk mendapatkan rezeki yang halal dan berkah semaksimal dan semampunya, lalu tawakal kepada Allah

Dalam firman-Nya kita diingatkan: “… barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

Kemudian melalui surah al-Maidah ayat 88, Allah memerintahkan hamba-Nya: “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

Perintah ini mengandung makna bahwa makanan yang mengenyangkan harus berasal dari harta yang halal. Makanan yang dikonsumsi sesuai situasi dan kondisi manusia, tidak berlebih-lebihan.

2. Berkumpul dengan Orang Salih

Mayoritas orang menganggap ulama adalah orang yang pandai atau ahli dalam suatu bidang pengetahuan agama Islam. Termasuk golongan ulama adalah kiai atau orang-orang salih, utamanya mereka yang memiliki pesantren. Setiap pesantren tentu memiliki basis atau fokus andalan sesuai dengan keilmuan kiai-nya.

Banyak faedah ketika bertemu ulama, ada yang bilang memandang ulama itu bisa mendapatkan ampunan dosa dari Allah. Ada juga yang mengatakan jika kita memuliakan ulama, surga adalah imbalannya.

Sebab itu, banyak masyarakat yang percaya ngalap berkah dengan para ulama. Contohnya ketika Idulfitri, masyarakat berbondong-bondong sowan kepada para ulama untuk meminta doa.

Ada ungkapan populer ulama adalah pewaris para nabi, ulama dekat dengan Allah. Mereka selalu melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan Allah, sebagaimana para nabi terdahulu.

  • Mendapatkan Dunia dan AKhirat dengan Ilmu

Para nabi terdahulu tidak meninggalkan dinar, harta, uang, melainkan mewariskan ilmu. Umat Islam telah mengetahui bahwa, “barang siapa mencari dunia maka dengan ilmu. Barang siapa mencari akhirat, maka dengan ilmu dan barang siapa mencari keduanya maka dengan ilmu pula.”

Seandainya kita memiliki ilmu yang banyak, pasti siap menghadapi pandemi seperti ini. Ketika pabrik ditutup, tidak perlu bingung mencari pekerjaan. mencoba bisnis online misalnya, yang pandemi pun tidak bisa menghentikannya. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. zaman itu, yang siap menghadapi berbagai situasi dan kondisi di masyarakat karena ilmu beliau sangat luas.

Sering berkumpul dengan para ulama adalah persiapan menyongsong masa depan. Toh, selain ahli agama, banyak ulama yang ahli di bidang bisnis, seperti Pondok Pesantren Lintang Songo Bantul.

Pondok pesantren yang mengajarkan santrinya tentang enterpreneurship, yang hingga kini memiliki 20 lebih unit usaha.

3. Tidak Meninggalkan Salat Berjemaah

Mayoritas umat Islam mengetahui bahwa pahala salat berjamaah itu berlipat 27 faidah. Umat Islam acap kali tidak sadar saat faidah-faidah itu diberikan, salah satu faidah salat adalah untuk kesehatan tubuh.

Kesehatan adalah nikmat terbesar di masa pandemi ini karena sehat, seseorang bisa bekerja. Seseorang bisa menebar kebaikan antar sesama manusia, dan seterusnya jika kita sehat.

Di masa pandemi yang serba pelik, banyak keluh kesah begini, masih ada cara agar kita bisa meraih kebahagiaan. Tinggal bagaimana kita menyikapi pandemi ini.

Demikianlah tips menjadi orang bahagia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat dan kita dijauhkan dari berbagai penyakit.

Ahmad Sangidu

IDU AHM, santri di Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul. Aktif di berbagai komunitas literasi, salah satunya Rumah Membaca Indonesia. Beberapa tulisannya bisa dibaca online di beberapa media. Kontak dengannya bisa melalui email : ahmadsangidujogja@gmail.com

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − thirteen =