Thariqah Syadziliyah Bid’ah atau Sunah? Ini Jawabannya

 Thariqah Syadziliyah Bid’ah atau Sunah? Ini Jawabannya

Doa dan zikir setelah salat fardhu (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Thariqah Syadziliyah kerap dicap sebagai kelompok bid’ah oleh orang awam lantaran zikir-zikirnya. Padahal mereka orang-orang yang ahli tahfrid, yaitu laki-laki atau perempuan yang paling banyak menyebut nama Allah.

Di penjuru dunia, sangat jarang orang berzikir sebanyak ahli thariqah, yang ada justru zikir Allah ini dibid’ahkan dan dianggap sesat. Buya Arrazy Hasyim menjelaskan bahwa dalam hadis shahih muslim dikatakan, laataqumus sa’ah hata layuqalufil’ardhi. Allah… Allah. Artinya: “Tidak berdiri kiamat sampai tidak ada lagi di muka bumi yang mengatakan: Allah… Allah.”

Tetapi tidak semua orang yang melafazkan Allah.. Allah dapat menunda kiamat, jika konteks dalam hadis di atas kita perumpamakan dengan kejadian kiamat. Jika demikian, maka ponsel Anda lebih canggih sebab Anda hanya perlu menyalakan murratal di Handphone.

Dengan sendirinya ponsel akan mengucapkan zikir, namun itu tidak termasuk pahala sunah jika tanpa kita yang mengucapkannya. Sebab ia tak bernyawa, dan setiap kali Anda berzikir, maka akan ada malaikat yang berseliweran.

Buya Razi mengatakan, bersyukurlah kita masih diberi nikmat berupa hijab oleh Allah SWT. sehingga tidak langsung melihat para malaikat tersebut karena bisa-bisa justru tidak sanggup. Perihal zikir, Buya Razi menceritakan dahulu sebelum Nabi Adam diciptakan, di bumi ini telah Allah ciptakan jin dari nyala api dan bangsa jin pun berzikir.

Jin Sakti yang Berzikir

Azazil yang merupakan bapak dari bangsa jin bahkan diajarkan al-ismul a’zham, maka ketika berzikir badannya naik ke langit pertama. Di langit pertama itu ia kembali mendengarkan malaikat berzikir. Lalu berhasil mengambil zikir dan talqin tersebut bahkan melewati malaikat-malaikat yang ada di sana.

Setelah berzikir selama 1000 tahun di langit pertama, lantas ia naik ke langit kedua. Dia berzikir lagi dan mengambil lagi zikir di langit kedua, naik lagi ke langit ketiga dan seterusnya sehingga semakin bertambah zikir dan semakin tinggilah ia.

Sampai langit ketujuh, sayapnya sudah hampir sama dengan malaikat Jibril, hampir sempurna. Dia bersuluk, maka saktilah ia dan tidak heran apabila ada seseorang yang berzikir kemudian badannya bisa naik. Dia bukanlah wali, sebab azazil dahulu juga mengalami.

Thariqah Syadziliyah merupakan thariqah yang dikembangkan oleh Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili H/ M di Indonesia. Ia memiliki nasab ke-20 dari Rasulullah Saw.

Thariqah ini menarik dikalangan kelas menengahpengusahapejabat, dan pengawai negeri. Barangkali karena kekhasan yang tidak begitu membebani pengikutnya dengan ritual-ritual yang memberatkan seperti yang terdapat dalam thariqah-thariqah lainnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × one =